Keutamaan Sholawat yang Jarang Diketahui Umat Islam
Rabu, 17 Februari 2021 - 22:19 WIB
Salah satu ciri orang yang mencintai Nabi Muhammad adalah lisannya selalu bersholawat. Foto/Ist
Sholawat kepada Nabi merupakan ibadah yang sangat agung dan memiliki keutamaan besar. Allah Ta'ala memerintahkan kaum beriman untuk bersholawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Ahzab Ayat 56.
Salah satu hadis masyhur tentang keutamaan sholawat adalah ketika sahabat Amr ibn 'Ash radhiyallahu 'anhu mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
"Barang siapa yang membaca sholawat sekali saja, Allah akan bersholawat (memberi rahmat) padanya sebanyak sepuluh kali." (HR Muslim)
Baca Juga: Kisah Imam Al-Jazuli yang Jasadnya Utuh Berkat Shalawat
Itu baru satu ganjaran yang Allah berikan kepada siapa saja yang bersholawat. Selain hadis di atas ternyata ada satu keutamaan sholawat yang pahalanya sangat dahsyat.
Dinukil dari Kitab Al-Mustadrak Syeikh An-Nuri, diriwayatkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Di saat aku tiba di langit di malam Isra’ Miraj, aku melihat satu Malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu. Aku bertanya kepada Jibril, pendampingku, "Siapa gerangan Malaikat itu, dan apa tugasnya?" Jibril berkata: "Sesungguhnya dia adalah Malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi".
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya kepada Malaikat tadi, "Apakah kamu tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak Adam diciptakan?"
Malaikat itu berkata, "Wahai Rasulullah, demi yang telah mengutusmu dengan hak (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakannya Adam sampai sekarang ini. Begitu pula aku mengetahui jumlah tetesan yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung-gunung, ke lembah-lembah, ke sungai-sungai, ke sawah-sawah dan ke tempat yang tidak diketahui manusia."
Mendengar penjelasan Malaikat itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم sangat takjub karena kemampuannya menghitung tetesan air hujan. Kemudian Malaikat itu berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian untuk menghitung tetesan air hujan yang yang turun dari langit ke bumi, aku memiliki kekurangan dan kelemahan."
Rasulullah pun bertanya: "Apa kekurangan dan kelemahanmu?"
Malaikat itu menjawab: "Kekurangan dan kelemahanku wahai Rasulullah, jika umatmu berkumpul di satu tempat, mereka menyebut namamu lalu bershalawat atasmu, pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyaknya pahala yang diberikan Allah kepada mereka atas sholawat yang mereka ucapkan atas dirimu."
Salah satu hadis masyhur tentang keutamaan sholawat adalah ketika sahabat Amr ibn 'Ash radhiyallahu 'anhu mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
"Barang siapa yang membaca sholawat sekali saja, Allah akan bersholawat (memberi rahmat) padanya sebanyak sepuluh kali." (HR Muslim)
Baca Juga: Kisah Imam Al-Jazuli yang Jasadnya Utuh Berkat Shalawat
Itu baru satu ganjaran yang Allah berikan kepada siapa saja yang bersholawat. Selain hadis di atas ternyata ada satu keutamaan sholawat yang pahalanya sangat dahsyat.
Dinukil dari Kitab Al-Mustadrak Syeikh An-Nuri, diriwayatkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Di saat aku tiba di langit di malam Isra’ Miraj, aku melihat satu Malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu. Aku bertanya kepada Jibril, pendampingku, "Siapa gerangan Malaikat itu, dan apa tugasnya?" Jibril berkata: "Sesungguhnya dia adalah Malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi".
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya kepada Malaikat tadi, "Apakah kamu tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak Adam diciptakan?"
Malaikat itu berkata, "Wahai Rasulullah, demi yang telah mengutusmu dengan hak (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakannya Adam sampai sekarang ini. Begitu pula aku mengetahui jumlah tetesan yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung-gunung, ke lembah-lembah, ke sungai-sungai, ke sawah-sawah dan ke tempat yang tidak diketahui manusia."
Mendengar penjelasan Malaikat itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم sangat takjub karena kemampuannya menghitung tetesan air hujan. Kemudian Malaikat itu berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian untuk menghitung tetesan air hujan yang yang turun dari langit ke bumi, aku memiliki kekurangan dan kelemahan."
Rasulullah pun bertanya: "Apa kekurangan dan kelemahanmu?"
Malaikat itu menjawab: "Kekurangan dan kelemahanku wahai Rasulullah, jika umatmu berkumpul di satu tempat, mereka menyebut namamu lalu bershalawat atasmu, pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyaknya pahala yang diberikan Allah kepada mereka atas sholawat yang mereka ucapkan atas dirimu."
Lihat Juga :