Kisah Hewan yang Memberi Isyarat di Zaman Para Nabi
Selasa, 09 Maret 2021 - 13:41 WIB
Unta itu ketakutan dan berkata: "Ya Rasulullah , aku minta perlindungan darimu." Ketika itu, unta itu lari ketakutan karena melihat seorang Arab membawa pedang tajam hendak memotongnya. Kemudian Rasulullah menasehati orang itu untuk berbuat baik dan bersikap lembut kepada binatang.
Masih banyak lagi kisah-kisah hewan yang diceritakan Allah dalam Al-Qur'an dan Hadis sejak 15 abad lalu. Seorang cendekiawan Jerman, Brehm, yang sepanjang hidupnya mengkaji binatang dan akhirnya mengarang ensiklopedia menulis tentang kehidupan binatang-binatang itu.
Kata beliau: "Sesungguhnya bagi binatang yang menyusukan anak mempunyai ingatan, kepintaran dan perasaan hati."
"Ia juga mampu membedakan antara perkara dan memahami perbedaan masa, tempat, warna dan bunyi-bunyian. Begitu juga ia mampu mengenal sesuatu, memikir dan membuat keputusan."
"Ia juga dapat mengetahui bahaya-bahaya yang akan menimpa dan dapat pula memikirkan cara bagaimana mengelakkannya."
"Di antara hewan yang memiliki kemahiran dapat membuat perkiraan dan dugaan terhadap sesuatu perkara sebelum ia melakukannya."
"Binatang yang sensitif dan berani akan berkorban kehidupan demi kebaikan terhadap kalangannya sendiri."
Al-Qur'an telah mengingatkan umat manusia sejak diutusnya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Ada banyak pelajaran dari hewan. Di antara diabadikan dalam Surah An-Naml Ayat 18 berikut:
"Sehingga apabila mereka sampai di lembah semut (daerah Palestina Syam), berkatalah seekor semut (yaitu raja semut, sewaktu melihat bala tentara Nabi Sulaiman): "Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarang kalian, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
Mendengar perkataan raja semut itu, Nabi Sulaiman 'alaihissalam pun tersenyum dan tertawa. Kemudian beliau sujud syukur kepada Allah karena memberi anugerah kepadanya sehingga dapat memahami ketakutan para semut.
Masih banyak lagi kisah-kisah hewan yang diceritakan Allah dalam Al-Qur'an dan Hadis sejak 15 abad lalu. Seorang cendekiawan Jerman, Brehm, yang sepanjang hidupnya mengkaji binatang dan akhirnya mengarang ensiklopedia menulis tentang kehidupan binatang-binatang itu.
Kata beliau: "Sesungguhnya bagi binatang yang menyusukan anak mempunyai ingatan, kepintaran dan perasaan hati."
"Ia juga mampu membedakan antara perkara dan memahami perbedaan masa, tempat, warna dan bunyi-bunyian. Begitu juga ia mampu mengenal sesuatu, memikir dan membuat keputusan."
"Ia juga dapat mengetahui bahaya-bahaya yang akan menimpa dan dapat pula memikirkan cara bagaimana mengelakkannya."
"Di antara hewan yang memiliki kemahiran dapat membuat perkiraan dan dugaan terhadap sesuatu perkara sebelum ia melakukannya."
"Binatang yang sensitif dan berani akan berkorban kehidupan demi kebaikan terhadap kalangannya sendiri."
Al-Qur'an telah mengingatkan umat manusia sejak diutusnya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Ada banyak pelajaran dari hewan. Di antara diabadikan dalam Surah An-Naml Ayat 18 berikut:
"Sehingga apabila mereka sampai di lembah semut (daerah Palestina Syam), berkatalah seekor semut (yaitu raja semut, sewaktu melihat bala tentara Nabi Sulaiman): "Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarang kalian, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
Mendengar perkataan raja semut itu, Nabi Sulaiman 'alaihissalam pun tersenyum dan tertawa. Kemudian beliau sujud syukur kepada Allah karena memberi anugerah kepadanya sehingga dapat memahami ketakutan para semut.
Lihat Juga :