Istri Mukminah akan Menolong Suaminya di Akherat Kelak
Rabu, 10 Maret 2021 - 09:51 WIB
ketaatan dan keshalehaan istri akan membantu kelancaran dan kesuksesan suami. Suami istri yang taat kepada Allah akan mendatangkan keberkahan dan kemudahan rezeki. Foto ilustrasi/ist
Seorang istri mukminah ikut memberi andil keberhasilan suami di dunia dan juga dapat menolong di akhirat. Maka sangat beruntung bagi laki-laki yang mendapatkan perempuan yang mampu menjadikannya lebih besar daripada sebelumya. Yang mampu membuatnya lebih tabah, ulet, sabar, kuat dalam menghadapi liku-liku kehidupan . Bisa dikatakan bahwa peran istri dan doanya, akan menjadi jembatan emas bagi suami untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Baca juga: Inilah Doa Harian yang Sering Terlupa Diamalkan
Ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam,
"Wahai Rasullullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki? Beliau Shallallahu alaihi wa sallam menjawab: Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat" (HR Ibnu Majah, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah)
Istri yang demikian itulah yang digambarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sebagai sebaik-baiknya perhiasan dunia, istri shalehah. Dalam sebuah hadis dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra, ia berkata, bahwa Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang terbaik adalah wanita shalehah.” (HR. Muslim)
Baca juga: Lakukan 2 Amalan Ini Sebelum Tidur, Akan Dapat Pahala Besar
Jadi, seorang perempuan yang menjadi istri haruslah dapat mengfungsikan dirinya laksana perhiasan yang melekat pada diri pemakainya. Istri harus selalu menjadi penyejuk, penyedap, pesona dan pemberi semangat hidup pada suaminya. Istri juga merupakan wakil suami dalam keluarga.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhu, ia berkata, Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Setiap orang di antaramu adalah penanggung jawab dan setiap orang diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah penanggung jawab atas umatnya, ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya, seorang suami penanggung jawab atas keluarganya, ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinanya, seorang istri penanggung jawab atas rumah tangga suaminya (Bila suami pergi), ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinanya.“ (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)
Baca juga: Inilah Doa Harian yang Sering Terlupa Diamalkan
Ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam,
"Wahai Rasullullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki? Beliau Shallallahu alaihi wa sallam menjawab: Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat" (HR Ibnu Majah, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah)
Istri yang demikian itulah yang digambarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sebagai sebaik-baiknya perhiasan dunia, istri shalehah. Dalam sebuah hadis dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra, ia berkata, bahwa Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang terbaik adalah wanita shalehah.” (HR. Muslim)
Baca juga: Lakukan 2 Amalan Ini Sebelum Tidur, Akan Dapat Pahala Besar
Jadi, seorang perempuan yang menjadi istri haruslah dapat mengfungsikan dirinya laksana perhiasan yang melekat pada diri pemakainya. Istri harus selalu menjadi penyejuk, penyedap, pesona dan pemberi semangat hidup pada suaminya. Istri juga merupakan wakil suami dalam keluarga.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhu, ia berkata, Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Setiap orang di antaramu adalah penanggung jawab dan setiap orang diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah penanggung jawab atas umatnya, ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya, seorang suami penanggung jawab atas keluarganya, ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinanya, seorang istri penanggung jawab atas rumah tangga suaminya (Bila suami pergi), ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinanya.“ (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)
Lihat Juga :