3 Perkara yang Pahalanya Mengalir Meski Seseorang Meninggal Dunia
Sabtu, 13 Maret 2021 - 22:40 WIB
Kendati seorang sudah meninggal, ternyata ada tiga perkara yang mendatangkan pahala terus menerus. Foto/Ist
Ada 3 (tiga) perkara yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang meninggal dunia. Setiap manusia memiliki keterbatasan dan ketika masanya wafat maka rezeki dan amalannya pun akan terputus.
Kendati semua telah terputus dan terhenti, ternyata ada tiga perkara yang mendatangkan pahala bagi seseorang meskipun ia telah meninggal. Berikut sabda Nabi sebagaimana diterangkan oleh Ustaz Rikza Maulan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَة،ٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِه،ِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Apabila seorang insan (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah segala (pahala) amal kebaiakannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya." (HR Muslim, Hadis No 3084)
Baca Juga: Apakah Amal Bisa Mengubah Takdir?
Dai lulusan Al-Azhar Mesir menerangkan amalan-amalan tersebut:
1. Sedekah Jariyah
Yaitu sedekah yang bersifat langgeng, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh orang lain dalam jangka waktu yang relatif lama. Sebagian ulama lainnya menspesifikasikan bahwa yang dimaksud dengan shadaqah jariyah adalah "wakaf". Maka jika ingin memiliki investasi amalan yang benefit pahalanya terus mengalir, wakaf adalah pilihan yang paling tepat. Dan umumnya wakaf berbentuk aset yang relatif bersifat abadi, seperti tanah, bangunan, masjid, atau karya intelektual seperti buku, dan sebagainya.
2. Ilmu yang Bermanfaat
Kendati semua telah terputus dan terhenti, ternyata ada tiga perkara yang mendatangkan pahala bagi seseorang meskipun ia telah meninggal. Berikut sabda Nabi sebagaimana diterangkan oleh Ustaz Rikza Maulan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَة،ٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِه،ِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Apabila seorang insan (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah segala (pahala) amal kebaiakannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya." (HR Muslim, Hadis No 3084)
Baca Juga: Apakah Amal Bisa Mengubah Takdir?
Dai lulusan Al-Azhar Mesir menerangkan amalan-amalan tersebut:
1. Sedekah Jariyah
Yaitu sedekah yang bersifat langgeng, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh orang lain dalam jangka waktu yang relatif lama. Sebagian ulama lainnya menspesifikasikan bahwa yang dimaksud dengan shadaqah jariyah adalah "wakaf". Maka jika ingin memiliki investasi amalan yang benefit pahalanya terus mengalir, wakaf adalah pilihan yang paling tepat. Dan umumnya wakaf berbentuk aset yang relatif bersifat abadi, seperti tanah, bangunan, masjid, atau karya intelektual seperti buku, dan sebagainya.
2. Ilmu yang Bermanfaat
Lihat Juga :