Apakah Amal Bisa Mengubah Takdir?

loading...
Apakah Amal Bisa Mengubah Takdir?
Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia, Ustaz Farid Numan Hasan. Foto/dok idream
Ada pertanyaan menarik dari salah satu jamaah Ustaz Farid Nu'man Hasan (Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia) yang dipublikasikannya melalui web resminya. Jamaah ini bertanya tentang takdir (ketetapan) Allah Ta'ala.

Para sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم ketika dikabarkan oleh Nabi bahwa tidak ada sebuah jiwa kecuali telah diketahui tempatnya di dalam surga atau neraka, mereka bertanya: "Ya Rasulullah untuk apa kita beramal? Mengapa kita tidak pasrah saja? Nabi menjawab dengan jawaban ringkas: "Tidak demikian, akan tetapi beramallah kalian karna masing-masing akan dimudahkan melakukan apa yang dia diciptakan untuknya." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

(Baca Juga: Adanya Takdir Tidak Menghalangi Manusia untuk Berusaha )

Bagaimana maksud Hadis: "Dia dimudahkan melakukan apa yang dia diciptakan untuknya?"



Ustaz Farid Nu'man Hasan menjawabnya dengan singkat. Beliau menukil beberapa ayat Al-Qur'an . Perlu diketahui bahwa Allah Ta'ala punya kuasa penuh menuliskan rencana untuk hamba-Nya di Lauh Mahfuzh. Kemudian Dia juga punya kuasa penuh pula menghapuskan atau mengeksekusi rencana itu.

(Baca Juga: Subhanallah! 2 Amalan Ini Akan Memberi Syafaat di Hari Kiamat )

Allah Ta'ala berfirman:
يَمۡحُواْ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثۡبِتُۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ

"Allah berkuasa menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh). (QS. Ar-Ra'd, Ayat 39)



Maka, di sinilah letak pentingnya amal. Jangan terpaku pada takdir saja karena Allah Ta'ala berfirman:
وَتِلۡكَ ٱلۡجَنَّةُ ٱلَّتِيٓ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

"Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan." (QS. Az-Zukhruf, Ayat 72)

Dalam satu hadis, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Takdir yang akan menimpa seseorang tidak bisa ditolak kecuali dengan doa, umur seseorang tiada bertambah kecuali dengan melakukan kebaikan, dan rezeki (kebaikan) akan diharamkan kepada seseorang karena dosa yang dilakukannya." (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi)

(Baca Juga: Umar: Lari dari Takdir Allah, Menuju Takdir Allah yang Lain )

Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
رَبَّنَاۤ اِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِيًا يُّنَادِىۡ لِلۡاِيۡمَانِ اَنۡ اٰمِنُوۡا بِرَبِّكُمۡ فَاٰمَنَّا  ۖرَبَّنَا فَاغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَكَفِّرۡ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الۡاَبۡرَارِ‌ۚ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,” maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.

(QS. Ali 'Imran:193)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video