Yuk, Tahan Lisan untuk Mengomentari Makanan

Minggu, 21 Maret 2021 - 05:00 WIB
Makanlah sesuatu yang cocok jika itu sesuai dengan selera, dan tinggalkan tanpa perlu berkomentar sesuatu yang mungkin kurang disuka. Foto istimewa
Muslimah, kebiasaan mengomentari makanan sepertinya sudah sangat biasa dalam masyarakat kita. Dan mungkin, tanpa sadar, kita sendiri pun kerap melakukannya. Padahal, mengomentari makanan adalah akhlak tercela yang harus ditinggalkan kaum muslimin . Karena itu, tahanlah lisan untuk mengomentari makanan

Baca juga: Malaikat Mu’aqibat, Inilah Malaikat Para Penjaga Manusia

Tidak jarang saat ditawari tempat makan yang akan dikunjungi, sadar atau tidak kita telah mengomentari makanan pada tempat-tempat tersebut. “Duh, jangan di resto ini deh, dagingnya kurang empuk", “Eh, jangan di sana ah, kuah kaldunya kurang terasa," dan komentar-komentar lainnya, yang cenderung bersifat celaan. Contoh-contoh seperti ini sangat akrab dalam kehidupan kita, bahkan dianggap lumrah dan biasa .

Sebenarnya, menikmati makanan yang dimiliki adalah bagian dari bentuk syukur nikmat atas rezeki yang Allah berikan. Menurut Ustadz Fajar Jaganagara, dai yang rajin menulis di laman dakwah ini, menyebutkan, dengan tidak mengomentari dengan celaan atas makanan adalah wujud beryukur atas nikmat yang masih diberikan.

Baca juga: Ternyata, Penghuni Kubur pun Menanti-nantikan Kiriman Doa

Adalah akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam soal makanan begitu menakjubkan. Banyak riwayat kesaksian para sahabat bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi was allam adalah pribadi yang begitu sederhana dalam hal makanan.

Bahkan beliau cenderung lebih sering kelaparan dan kekurangan. Seperti yang dituturkan oleh ummul mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menceritakan kondisi rumah tangga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ مِنْ طَعَامِ الْبُرِّ ثَلَاثَ لَيَالٍ تِبَاعًا حَتَّى قُبِضَ

“Tidak pernah keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merasakan kenyang sejak tiba di Madinah dari makan gandum untuk tiga hari berturut-turut hingga beliau wafat.” (HR.Bukhari)

Baca juga: Mengenal Hewan-hewan yang Allah Masukkan ke Dalam Surga

Penuturan yang sama juga datang dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang sering membersamai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata,
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!