Penyebab Mulut Fir'aun Menganga Ketika Mati
Rabu, 20 Mei 2020 - 17:45 WIB
Namun, belum sempat ia mengucapkan, buru-buru Malaikat Jibril mengambilkan pasir, lalu menyumpalkan pasir tersebut ke mulut Fir'aun hingga kalimat syahadat penyaksian keberimanan tersebut sudah tak dapat lagi diucapkan oleh Fir'aun.
Sebab, akibat dari kemarahan Malaikat Jibril terhadap perlakuan kelaliman Fir'aun yang sudah kelewat batas membuat Jibril khawatir sekiranya Allah mengampuni dosa Fir'aun dengan sebab ucapan syahadatnya.
(Baca Juga: Membaca Misi Suci Nabi Musa AS)
Padahal meskipun demikian, sekiranya Malaikat Jibril tidak menyumpalnya dengan pasir sekalipun, niscaya Allah pun tidak akan mengampuni taubat yang diucapkan di akhir sakaratul maut karena sudah berada di tengah tenggorokan.
Hanya saja Malaikat Jibril khawatir saja, Allah dengan sifat Pengampun-Nya masih berkenan mengampuni, sebab saking banyaknya segala kedustaan dan kebohongan yang keluar dari mulut Fir'aun hingga sampai mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pesan singkat dari kisah ini adalah, hendaknya para pemimpin jangan berbohong dan mengumbar janji-janji manis. Pemimpin hendaknya tidak membuat peraturan untuk mereka ingkari lebih dahulu, tidak mengeluarkan kebijakan yang menyensengarakan dan membingungkan rakyatnya. Semoga kita semua dilindungi Allah Ta'ala.
Wallahu A'lam
Sebab, akibat dari kemarahan Malaikat Jibril terhadap perlakuan kelaliman Fir'aun yang sudah kelewat batas membuat Jibril khawatir sekiranya Allah mengampuni dosa Fir'aun dengan sebab ucapan syahadatnya.
(Baca Juga: Membaca Misi Suci Nabi Musa AS)
Padahal meskipun demikian, sekiranya Malaikat Jibril tidak menyumpalnya dengan pasir sekalipun, niscaya Allah pun tidak akan mengampuni taubat yang diucapkan di akhir sakaratul maut karena sudah berada di tengah tenggorokan.
Hanya saja Malaikat Jibril khawatir saja, Allah dengan sifat Pengampun-Nya masih berkenan mengampuni, sebab saking banyaknya segala kedustaan dan kebohongan yang keluar dari mulut Fir'aun hingga sampai mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pesan singkat dari kisah ini adalah, hendaknya para pemimpin jangan berbohong dan mengumbar janji-janji manis. Pemimpin hendaknya tidak membuat peraturan untuk mereka ingkari lebih dahulu, tidak mengeluarkan kebijakan yang menyensengarakan dan membingungkan rakyatnya. Semoga kita semua dilindungi Allah Ta'ala.
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :