Habib Ahmad Bin Novel: Sabar Lebih Utama daripada Menahan Marah

Jum'at, 09 April 2021 - 15:16 WIB
Allah berfirman, "Apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya." Menurut Mujahid, maknanya adalah apabila disakiti, mereka memaafkan dengan lapang dada.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga pernah bersabda kepada seorang sahabat yang bernama Asyaj. "Wahai Asyaj, sesungguhnya di dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya”. Asyaj bertanya, "Demi ibu dan bapakku ya Rasulullah. dua sifat apakah itu? Beliau menjawab: " Kesabaran dan kehati-hatian."

Dalam riwayat Imam Abu Daud terdapat tambahan. "Apakah dua sifat itu adalah akhlak yang aku usahakan atau keduanya adalah dua akhlak yang telah Allah tetapkan pada diriku?" Rasulullah menjawab, "Keduanya adalah dua akhlak yang Allah tetapkan pada dirimu."

Asyaj berkata: "Segala puji hanya milik Allah yang lelah menetapkan pada diriku dua sifat yang dicintai oleh-Nya dan Rasul-Nya."

Sayyidina Ali karramallahu wajhah wa radhiyallahu 'anhu mengatakan, "Kebaikan bukanlah banyaknya harta dan anakmu. Akan tetapi, kebaikan adalah apabila melimpah ilmumu, melimpah kesabaranmu, dan engkau tidak membanggakan ibadahmu kepada orang lain; Apabila engkau berbuat baik, engkau memuji Allah; dan apabila engkau berbuat salah, engkau meminta ampun kepada-Nya."

Uktsum bin Shnifi mengatakan, "Penopang akal adalah kesabaran ; pengumpul segala kebaikan juga kesabaran."

Sumber:

Amal Pemusnah Kebaikan (Ringkasan Bab Muhlikat Ihya Ulum al-Din) karya Al-Habib Umar Bin Hafizh

Baca Juga: 8 Hadiah Manis Dari Allah Bagi Mereka Yang Sabar
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!