Apa yang Bisa Dipermudah, Jangan Dipersulit
Sabtu, 10 April 2021 - 13:54 WIB
Rasulullah SAW pun menanggapi: “Apa yang terjadi dengamu?” lelaki itu menjawab: “aku berhubungan biologis dengan istriku ketika sedang berpuasa ramadan (di siang hari), Rasulullah SAW pun bertanya kepadanya: “apakah kamu memiliki seorang budak yang bisa kau merdekakan?”, ia menjawab: “Aku tidak punya wahai Rasul”,
Baca juga: Tak Hanya Prabowo, Ini Anak Buah Jokowi yang Berpeluang Nyapres di 2024
Rasulullah SAW pun bertanya kembali: “Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” lelaki itu menjawab: “aku tidak mampu wahai Rasul”, Rasulullah SAW pun kembali bertanya: “Apakah kau memiliki persediaan makanan untuk memberi makan ke enam puluh orang miskin?” lelaki itu menjawab: “tidak wahai Rasul”.
Kemudian di pertengahan keadaan itu, Rasulullah SAW diberikan sejumlah besar kurma, lalu beliau berkata, “Mana si penanya tadi?” lelaki itupun menjawab “saya Rasulullah”, Rasulullah SAW pun berpesan kepadanya: “Bawa kurma ini, dan bersedekahlah dengannya (sebagai kafarat puasa yang dibatalkan)”
Baca juga: Mudik Dilarang, Tidak Ada Jalan Tol Fungsional yang Dibuka
Lelaki itu kembali bertanya: “apakah saya berikan kurma ini kepada orang yang lebih fakir dariku wahai Rasul? Demi Allah Wahai Rasul, tidak ada orang didaerahku yang lebih fakir dariku dan keluargaku, Rasulullah SAW pun tertawa sehingga terlihat (sedikit) gigi gerahamnya, lalu beliau berkata “berilah makan keluargamu dengan kurma itu” (HR. Bukhari)
Hikmah Kisah
Dari kisah sahabat tersebut, dapat dilihat bagaimana cara Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menghadapi lelaki yang membatalkan puasanya secara sengaja karena tak bisa menahan nafsu biologis terhadap istrinya. Kita dapat melihat kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang tak lantas memarahi lelaki tersebut, namun Rasulullah dengan sabar menjelaskan apa yang difasilitasi syariat untuk menebus kesalahan yang telah dilakukannya.
Baca juga: Tantang New Delhi, AS Kirim Kapal Perang ke ZEE India Tanpa Izin
Wallahu A'lam
Baca juga: Tak Hanya Prabowo, Ini Anak Buah Jokowi yang Berpeluang Nyapres di 2024
Rasulullah SAW pun bertanya kembali: “Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” lelaki itu menjawab: “aku tidak mampu wahai Rasul”, Rasulullah SAW pun kembali bertanya: “Apakah kau memiliki persediaan makanan untuk memberi makan ke enam puluh orang miskin?” lelaki itu menjawab: “tidak wahai Rasul”.
Kemudian di pertengahan keadaan itu, Rasulullah SAW diberikan sejumlah besar kurma, lalu beliau berkata, “Mana si penanya tadi?” lelaki itupun menjawab “saya Rasulullah”, Rasulullah SAW pun berpesan kepadanya: “Bawa kurma ini, dan bersedekahlah dengannya (sebagai kafarat puasa yang dibatalkan)”
Baca juga: Mudik Dilarang, Tidak Ada Jalan Tol Fungsional yang Dibuka
Lelaki itu kembali bertanya: “apakah saya berikan kurma ini kepada orang yang lebih fakir dariku wahai Rasul? Demi Allah Wahai Rasul, tidak ada orang didaerahku yang lebih fakir dariku dan keluargaku, Rasulullah SAW pun tertawa sehingga terlihat (sedikit) gigi gerahamnya, lalu beliau berkata “berilah makan keluargamu dengan kurma itu” (HR. Bukhari)
Hikmah Kisah
Dari kisah sahabat tersebut, dapat dilihat bagaimana cara Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menghadapi lelaki yang membatalkan puasanya secara sengaja karena tak bisa menahan nafsu biologis terhadap istrinya. Kita dapat melihat kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang tak lantas memarahi lelaki tersebut, namun Rasulullah dengan sabar menjelaskan apa yang difasilitasi syariat untuk menebus kesalahan yang telah dilakukannya.
Baca juga: Tantang New Delhi, AS Kirim Kapal Perang ke ZEE India Tanpa Izin
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :