Menangislah Saat Berdoa!
Selasa, 27 April 2021 - 10:59 WIB
Baca juga: Lebih Dermawan di Bulan Ramadhan
Ali radhiyallahu'anhu berkata,
“Pada waktu Perang Badar, tak seorangpun yang mengendarai kuda selain Miqdad bin Aswad. Pada malam harinya, tak seorang pun yang bangun untuk mengerjakan shalat selain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau berada di bawah sebatang pohon dan mengerjakan sholat sambil menangis hingga pagi hari.” (HR. Ibnu Hibban)
Aisyah radhiyallahu'anha menceritakan bahwa sewaktu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam sakit menjelang kewafatannya, beliau bersabda,
Baca juga: Tidak Ada Alasan untuk Ditolak, Fraksi PKS Dukung Pembangunan Masjid Kompleks TVM
“Suruhlah Abu Bakar agar ia mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin.” Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, Abu Bakar itu adalah orang yang lembut hati. Ketika membaca Al Qur’an, ia sering menangis.’ Sebenarnya aku mengatakan demikian disebabkan kekhawatiranku bahwa kaum mulismin nantinya akan merasa berdosa jika tidak memosisikan Abu Bakar sebagai pengganti pertama terhadap kedudukan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akan tetapi, beliau tetap berkeras dengan perintahnya. ‘Suruhlah Abu Bakar mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin. Aku tahu bahwa kamu kaum wanita tak ada bedanya dengan istri Nabi Yusuf a.s’”(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi mensyahihkannya)
Sikap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mempertahankan Abu Bakar sebagai imam kaum muslimin, padahal beliau telah diberitahu bahwa ia sering menangis dalam shalatnya merupakan dalil bahwa menangis dalam shalat itu diperbolehkan.
Baca juga: UAS Galang Donasi Beli Kapal Selam, Refly Harun: Bukti Miliki Nasionalisme Tinggi
Ketika Umar ibnu Khatthab mengerjakan shalat subuh dan membaca surah Yusuf, kemudian pada saat membaca ayat,
‘Aku mengadukan kerisauan serta kesusahan hatiku hanya kepada Allah,’ kemudian terdengarlah bunyi isak tangisnya.” (Riwayat Bukhari, Sa’id bin Mansur, dan Ibnu Mundzir)
Ali radhiyallahu'anhu berkata,
“Pada waktu Perang Badar, tak seorangpun yang mengendarai kuda selain Miqdad bin Aswad. Pada malam harinya, tak seorang pun yang bangun untuk mengerjakan shalat selain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau berada di bawah sebatang pohon dan mengerjakan sholat sambil menangis hingga pagi hari.” (HR. Ibnu Hibban)
Aisyah radhiyallahu'anha menceritakan bahwa sewaktu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam sakit menjelang kewafatannya, beliau bersabda,
Baca juga: Tidak Ada Alasan untuk Ditolak, Fraksi PKS Dukung Pembangunan Masjid Kompleks TVM
“Suruhlah Abu Bakar agar ia mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin.” Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, Abu Bakar itu adalah orang yang lembut hati. Ketika membaca Al Qur’an, ia sering menangis.’ Sebenarnya aku mengatakan demikian disebabkan kekhawatiranku bahwa kaum mulismin nantinya akan merasa berdosa jika tidak memosisikan Abu Bakar sebagai pengganti pertama terhadap kedudukan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akan tetapi, beliau tetap berkeras dengan perintahnya. ‘Suruhlah Abu Bakar mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin. Aku tahu bahwa kamu kaum wanita tak ada bedanya dengan istri Nabi Yusuf a.s’”(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi mensyahihkannya)
Sikap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mempertahankan Abu Bakar sebagai imam kaum muslimin, padahal beliau telah diberitahu bahwa ia sering menangis dalam shalatnya merupakan dalil bahwa menangis dalam shalat itu diperbolehkan.
Baca juga: UAS Galang Donasi Beli Kapal Selam, Refly Harun: Bukti Miliki Nasionalisme Tinggi
Ketika Umar ibnu Khatthab mengerjakan shalat subuh dan membaca surah Yusuf, kemudian pada saat membaca ayat,
‘Aku mengadukan kerisauan serta kesusahan hatiku hanya kepada Allah,’ kemudian terdengarlah bunyi isak tangisnya.” (Riwayat Bukhari, Sa’id bin Mansur, dan Ibnu Mundzir)
Lihat Juga :