Benarkah Menuntut Ilmu Lebih Utama Daripada Amalan-amalan Sunnah?

Senin, 03 Mei 2021 - 18:35 WIB
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa hadits ini pun diriwayatkan secara marfu’ (sampai kepada ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, namun di dalam sanadnya ada rawi yang sangat lemah sehingga tidak bisa dijadikan sebagai sandaran.

Baca juga: Doa Agar Amal Ibadah Diterima Allah SWT

Kemudian Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa pernyataan dari sahabat ini merupakan pemutus pembicaraan dalam masalah ini. Karena kalau ilmu dan amal kedua-duanya wajib, maka ini tentu harus dikerjakan/diutamakan. Contohnya seperti puasa Ramadhan dan shalat lima waktu, maka ilmu tentang ini wajib dituntut. Dalam kaedah fikih yang terkenal disebutkan:

ما لا يتم الواجب الا به فهو واجب

“Sesuatu yang tidak akan sempurna kewajiban tanpanya, maka sesuatu itu hukumnya wajib.”

Jadi kalau yang berhubungan dengan amalan wajib seperti pelaksanaan shalat lima waktu, pelaksanaan puasa yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka menuntut ilmu tentangnya wajib. Karena tidak akan sempurna kita melaksanakan amal tersebut tanpa ilmu yang berhubungan dengan hukum-hukumnya, syarat-syaratnya, pembatal-pembatalnya, hal-hal yang merupakan kewajiban-kewajibannya dan hal-hal yang merupakan amalan-amalan sunnah padanya.

Baca juga: Trenggono Temui Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Ada Apa Ya?

Akan tetapi kalau kedua amal tersebut hanya bersifat anjuran (tidak sampai wajib), seperti shalat sunnah, ibadah puasa yang sunnah, sedekah, bacaan Al-Qur’an, berzikir atau yang lainnya, maka menuntut ilmu tentangnya lebih utama daripada amalan-amalan sunnah tersebut. Hal ini karena manfaat menuntut ilmu lebih luas cakupannya, yaitu bermanfaat bagi orangnya sendiri dan juga bagi orang lain. Sedangkan ibadah yang dikerjakan seseorang manfaatnya hanya untuk dirinya sendiri.

Alasan yang lain kenapa ilmu lebih utama daripada amalan-amalan sunnah, yaitu karena faedah/buah ilmu tetap ada meskipun orangnya telah mati. Kita tahu kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang lebih dari 100 tahun mereka meninggal dunia, tapi Alhamdulillah kita masih bisa membaca dan mengambil faedah dari kitab-kitab mereka dan terus kita doakan mereka, semoga Allah merahmatinya.

Baca juga: Saudi Dilaporkan akan Buka Seluruh Perbatasan Setelah Idul Fitri
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!