Hajar Aswad, Batu Indah di Kakbah yang Dicium Nabi Muhammad SAW
Sabtu, 08 Mei 2021 - 04:00 WIB
Hajar Aswad dibingkai dengan perak murni di sudut tenggara Kakbah, bangunan berbentuk kubus yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail.
Selama ibadah haji, ibadah tahunan terpenting dalam Islam, jamaah berjalan berlawanan arah jarum jam di sekitar monolit hitam tersebut.
Ibadah haji biasanya menampilkan kerumunan besar yang berdesakan di sekitar tempat paling suci dalam Islam tersebut, namun pada musim haji 2020 jumlah jamaah jauh lebih sedikit karena pandemi COVID-19.
Jamaah haji biasanya menyentuh, mencium, atau melambai pada Hajar Aswad saat berjalan melewatinya.
"Batu itu awalnya berwarna putih, bukan hitam. Diperkirakan manusia menyentuh batu itu dan meminta pengampunan dari Tuhan adalah alasan mengapa batu itu hitam, mencerminkan dosa umat manusia, menurut sumber-sumber Muslim," kata al-Akiti.
Menurut al-Akiti, tradisi Muslim menyatakan bahwa batu itu berasal dari Nabi Adam. Namun, menurut Oxford Islamic Studies Online, ada juga yang meyakini bahwa malaikat Jibril memberikan batu itu kepada Nabi Ibrahim ketika dia sedang membangun Kakbah.
Al-Akiti mengatakan para ilmuwan menunjukkan bahwa batu itu mungkin meteorit, dan teori terakhir mungkin berasal benda yang jatuh dari langit.
Lebih lanjut, al-Akiti mengatakan orang-orang mencium batu hari ini karena Umar bin Khatab, khalifah Islam kedua, yang mengatakan kepada para pengikutnya bahwa dia telah melihat Nabi Muhammad SAW melakukannya sendiri.
Selama ibadah haji, ibadah tahunan terpenting dalam Islam, jamaah berjalan berlawanan arah jarum jam di sekitar monolit hitam tersebut.
Ibadah haji biasanya menampilkan kerumunan besar yang berdesakan di sekitar tempat paling suci dalam Islam tersebut, namun pada musim haji 2020 jumlah jamaah jauh lebih sedikit karena pandemi COVID-19.
Jamaah haji biasanya menyentuh, mencium, atau melambai pada Hajar Aswad saat berjalan melewatinya.
"Batu itu awalnya berwarna putih, bukan hitam. Diperkirakan manusia menyentuh batu itu dan meminta pengampunan dari Tuhan adalah alasan mengapa batu itu hitam, mencerminkan dosa umat manusia, menurut sumber-sumber Muslim," kata al-Akiti.
Menurut al-Akiti, tradisi Muslim menyatakan bahwa batu itu berasal dari Nabi Adam. Namun, menurut Oxford Islamic Studies Online, ada juga yang meyakini bahwa malaikat Jibril memberikan batu itu kepada Nabi Ibrahim ketika dia sedang membangun Kakbah.
Al-Akiti mengatakan para ilmuwan menunjukkan bahwa batu itu mungkin meteorit, dan teori terakhir mungkin berasal benda yang jatuh dari langit.
Lebih lanjut, al-Akiti mengatakan orang-orang mencium batu hari ini karena Umar bin Khatab, khalifah Islam kedua, yang mengatakan kepada para pengikutnya bahwa dia telah melihat Nabi Muhammad SAW melakukannya sendiri.
(min)
Lihat Juga :