7 Wasiat Abah Guru Sekumpul Mendidik Anak Saleh

Rabu, 09 Juni 2021 - 22:24 WIB
Abah Guru Sekumpul (1942-2005) adalah sosok wali kharismatik asal Kalimantan Selatan yang cukup dihormati. Foto/Ist
Kiyai Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari atau dikenal dengan Abah Guru Sekumpul (1942-2005) adalah sosok ulama kharismatik kelahiran Martapura, Kalimantan Selatan. Beliau adalah satu Waliyullah yang dihormati berkat keluasan ilmu dan kelembutan hatinya.

Baca Juga: Karomah Abah Guru Sekumpul, Ulama Besar dari Kalimantan

Dalam Manaqibnya, Abah Guru Sekumpul memiliki wasiat dalam mendidik anak. Beliau berkata: "Kalau kita ingin punya anak wali, setidaknya anak kita jadi orang saleh dan berilmu serta berakhlak mulia, maka yang harus dilakukan orangtuanya adalah sebagai berikut:

1. Menjaga Makanan yang Halal

Sebelum istri kita hamil, hendaknya kita menjaga istri kita untuk memakan makanan yang halal agar terhindar dari makanan yang haram dan syubhat. Ini adalah modal paling utama untuk memperoleh anak yang saleh. Karena ini termasuk menjaga perut dari segala yang haram dan yang syubhat. Riba itu termasuk haram. Jadi duit yang kita belikan makanan untuk istri dan anak kita adalah duit yang halal tidak mengandung unsur riba sedikitpun. Dan yang syubhat itu maksudnya yang tidak tahu asal usulnya apakah ini halal atau haram. Maka dari itu, kita harus menjaga makanan yang masuk ke perut istri kita cukup makanan yang halal. Jangan memberi makanan yang syubhat sekalipun, apalagi yang haram.

2. Membaca Sholawat Ketika Istri Hamil

Di kala istri kita hamil 2 bulan, yang kita lakukan adalah rajin membacakan sholawat sebelum tidur setiap malam sambil memegang perut istri. Hal ini kita lakukan mulai istri kita mengandung 2 bulan sampai melahirkan. Sholawat apa saja dan setelah membaca sholawat diakhiri dengan tawasshul wali-wali.

3. Sering-sering Membaca Al-Qur'an

Rajin-rajinlah dan sering-seringlah membaca Al-Qur'an di hadapan istri yang sedang hamil. Karena kalau kita sering membaca Al-Qur'an, insya Allah anak kita sejak kecil sampai tua dia suka membaca Al-Qur'an, bahkan bisa hafal Al-Qur'an karena berkah dari Al-Qur'an.

4. Sering-sering Melihat Foto Ulama

Keempat, banyak-banyaklah melihat foto/gambar para Waliyullah.Foto wali-wali harus ada di rumah kita. Bila hendak tidur, kita pandangi foto tersebut lalu bacakan Surah Al-Fatihah dan hadiahkan untuk wali yang di foto tadi namanya si fulan bin si fulan. Lakukanlah selama kita hidup. Fadhilahnya anak akan menjadi wali. Bila tidak, maka cucu yang menjadi wali, hingga ke bawah terus. Yang jelas keturunan pasti ada yang jadi wali berkat kecintaan kepada wali.

5. Amalkan Ini Ketika Anak Lahir

Yang kita lakukan saat anak kita terlahir yakni buka mulutnya sambil membaca "Allahumma Faqqihhu Fiddin Wa 'Allimhut Ta'wil". (Ya Allah berilah ia ilmu agama yang mendalam dan ajarkanlah kepadanya ilmu takwil/tafsir Al-Qur'an). Kemudian azankan di telinga kanan dan iqomahkan di telinga kiri. Setelah itu kita bacakan Surah Al-Qodar sebanyak 7 kali dan tawasshul kepada Rasulullah SAW: "Ummat engkau lahir, jadikanlah anak ini mendapatkan Nuur dari engkau wahai Rasulullah SAW."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!