Sampaikan Walau Satu Ayat!
Kamis, 10 Juni 2021 - 18:21 WIB
Tapi, umat di akhir zaman ini canggih banget. Cukup kuasai satu ayat, otomatis tahu semua ayat. Bahkan cukup ngarang sendiri tafsir satu ayat, maka dianggap sebagai ahli Qur'an.
Alasannya sederhana sekali. Kan Al-Qur'an itu gampang banget. Tafsirannya itu ngarang sendiri juga bisa. Cara pandang seperti itulah yang biasanya berkembang dan diyakini seyakin-yakinnya.
Padahal. Kalau mau konsisten dengan teks hadits, ada dua kemungkinan dalam urusan menyampaikan satu ayat ini. Pertama, sampaikan meski yang disampaikan hanya satu ayat.
Artinya yang menyampaikan sebenarnya sudah tahu banyak ayat. Namun ketika menyampaikan kepada khalayak, yang disampaikan tidak semuanya, cukup satu ayat saja.
Pengertian seperti ini sejalan dengan proses turunnya ayat Al-Qur'an selama 23 tahun yang sifatnya hanya se-ayat se-ayat saja. Tidak langsung turun 6.236 ayat sekaligus.
Jadi ketika mengajarkan ayat-ayat Al-Qur'an, sampaikan se-ayat demi se-ayat. Kedua, sampaikan meski tahunya satu ayat.
Kalau pakai pengertian kedua ini, berarti walau tahunya cuma satu ayat, sudah boleh menyampaikan. Apa yang disampaikan? Semua ayat lain yang belum diketahui? Oh jelas tidak.
Silakan sampaikan satu ayat yang sudah Anda pelajari dan tahu ilmunya. Dan ingat, bukan menjelaskan semua ayat. Kan belum tahu, kok sok ingin menjelaskan?
Coba teliti baik-baik teks hadisnya. Sama sekali tidak menyinggung ilmu yang hanya seayat, tapi fokus kepada materi yang mau disampaikan yang hanya satu ayat. Tapi teks itu diselewengkan menjadi: "Sampaikanlah meski kamu tahunya cuma satu ayat. Ini jelas menyalahi teks hadis aslinya."
Tidak mungkin Nabi memerintahkan kepada orang yang tahunya hanya satu ayat untuk menjadi utusan Beliau dalam rangka menyebarkan ilmu agama. Sangat-sangat tidak masuk akal.
Tapi anggaplah misalnya begitu, yaitu asalkan tahu satu ayat, kenapa tidak boleh disampaikan. Oke oke. Tapi yang disampaikan haruslah ayat itu saja, bukan?
Tahunya satu ayat, lalu ingin menyampaikan ke orang lain nih. Soalnya sudah kebelet banget ingin menyampaikan. Kan gak masuk akal ketika menyampaikan, malah ayat yang lain yang dia belum tahu.
Alasannya sederhana sekali. Kan Al-Qur'an itu gampang banget. Tafsirannya itu ngarang sendiri juga bisa. Cara pandang seperti itulah yang biasanya berkembang dan diyakini seyakin-yakinnya.
Padahal. Kalau mau konsisten dengan teks hadits, ada dua kemungkinan dalam urusan menyampaikan satu ayat ini. Pertama, sampaikan meski yang disampaikan hanya satu ayat.
Artinya yang menyampaikan sebenarnya sudah tahu banyak ayat. Namun ketika menyampaikan kepada khalayak, yang disampaikan tidak semuanya, cukup satu ayat saja.
Pengertian seperti ini sejalan dengan proses turunnya ayat Al-Qur'an selama 23 tahun yang sifatnya hanya se-ayat se-ayat saja. Tidak langsung turun 6.236 ayat sekaligus.
Jadi ketika mengajarkan ayat-ayat Al-Qur'an, sampaikan se-ayat demi se-ayat. Kedua, sampaikan meski tahunya satu ayat.
Kalau pakai pengertian kedua ini, berarti walau tahunya cuma satu ayat, sudah boleh menyampaikan. Apa yang disampaikan? Semua ayat lain yang belum diketahui? Oh jelas tidak.
Silakan sampaikan satu ayat yang sudah Anda pelajari dan tahu ilmunya. Dan ingat, bukan menjelaskan semua ayat. Kan belum tahu, kok sok ingin menjelaskan?
Coba teliti baik-baik teks hadisnya. Sama sekali tidak menyinggung ilmu yang hanya seayat, tapi fokus kepada materi yang mau disampaikan yang hanya satu ayat. Tapi teks itu diselewengkan menjadi: "Sampaikanlah meski kamu tahunya cuma satu ayat. Ini jelas menyalahi teks hadis aslinya."
Tidak mungkin Nabi memerintahkan kepada orang yang tahunya hanya satu ayat untuk menjadi utusan Beliau dalam rangka menyebarkan ilmu agama. Sangat-sangat tidak masuk akal.
Tapi anggaplah misalnya begitu, yaitu asalkan tahu satu ayat, kenapa tidak boleh disampaikan. Oke oke. Tapi yang disampaikan haruslah ayat itu saja, bukan?
Tahunya satu ayat, lalu ingin menyampaikan ke orang lain nih. Soalnya sudah kebelet banget ingin menyampaikan. Kan gak masuk akal ketika menyampaikan, malah ayat yang lain yang dia belum tahu.
Lihat Juga :