Pengaruh Doa Rasulullah SAW Pada Jalan Hidup Ibnu Abbas
Kamis, 05 Agustus 2021 - 15:19 WIB
Maka setiap kedengaran olehnya seseorang yang mengetahui suatu ilmu atau menghafalkan Hadits, segeralah ia menemuinya dan belajar kepadanya. Dan otaknya yang encer lagi tidak mau puas itu, mendorongnya untuk meneliti apa yang didengarnya.
Hingga tidak saja ia menumpahkan perhatian terhadap mengumpulkan ilmu pengetahuan semata, tapi jnga untuk meneliti dan menyelidiki sumber-sumbernya.
"Pernah aku bertanya kepada 30 orang sahabat Rasul shallallahu alaihi wasalam mengenai satu masalah," ujar Ibnu Abbas menceritakan pengalamannya.
"Pernah aku mendapatkan satu hadits dari seseorang, dengan cara kudatangi rumahnya kebetulan ia sedang tidur siang. Kubentangkan kainku di muka pintunya, lalu duduk menunggu, sementara angin menerbangkan debu kepadaku, sampai akhirnya ia bangun dan keluar mendapatiku. Maka katanya: "Hai saudara sepupu Rasulullah, apa maksud kedatanganmu?
Kenapa tidak kamu suruh saja orang kepadaku agar aku datang kepadamu?"
"Tidak!" ujarku, "bahkan akulah yang harus datang mengunjungi anda! Kemudian kutanyakanlah kepadanya sebuah hadits dan aku belajar daripadanya...!"
Demikianlah Ibnu Abbas yang agung ini bertanya, kemudian bertanya dan bertanya lagi, lalu dicarinya jawaban dengan teliti, dan dikajinya dengan seksama dan dianalisanya dengan pikiran yang berlian.
Dari hari ke hari pengetahuan dan ilmu yang dimilikinya berkembang dan tumbuh, hingga dalam usianya yang muda belia telah cukup dimilikinya hikmat dari orang-orang tua, dan disadapnya ketenangan dan kebersihan pikiran mereka, sampai-sampai Amirul Mu'minin Umar bin Khatthab radhiallahu anhu menjadikannya kawan bermusyawarah pada setiap urusan penting. (Bersambung)
Baca juga: Saat Paceklik dan Kekeringan, Umar bin Khattab Bertawasul kepada Paman Nabi SAW
Hingga tidak saja ia menumpahkan perhatian terhadap mengumpulkan ilmu pengetahuan semata, tapi jnga untuk meneliti dan menyelidiki sumber-sumbernya.
"Pernah aku bertanya kepada 30 orang sahabat Rasul shallallahu alaihi wasalam mengenai satu masalah," ujar Ibnu Abbas menceritakan pengalamannya.
"Pernah aku mendapatkan satu hadits dari seseorang, dengan cara kudatangi rumahnya kebetulan ia sedang tidur siang. Kubentangkan kainku di muka pintunya, lalu duduk menunggu, sementara angin menerbangkan debu kepadaku, sampai akhirnya ia bangun dan keluar mendapatiku. Maka katanya: "Hai saudara sepupu Rasulullah, apa maksud kedatanganmu?
Kenapa tidak kamu suruh saja orang kepadaku agar aku datang kepadamu?"
"Tidak!" ujarku, "bahkan akulah yang harus datang mengunjungi anda! Kemudian kutanyakanlah kepadanya sebuah hadits dan aku belajar daripadanya...!"
Demikianlah Ibnu Abbas yang agung ini bertanya, kemudian bertanya dan bertanya lagi, lalu dicarinya jawaban dengan teliti, dan dikajinya dengan seksama dan dianalisanya dengan pikiran yang berlian.
Dari hari ke hari pengetahuan dan ilmu yang dimilikinya berkembang dan tumbuh, hingga dalam usianya yang muda belia telah cukup dimilikinya hikmat dari orang-orang tua, dan disadapnya ketenangan dan kebersihan pikiran mereka, sampai-sampai Amirul Mu'minin Umar bin Khatthab radhiallahu anhu menjadikannya kawan bermusyawarah pada setiap urusan penting. (Bersambung)
Baca juga: Saat Paceklik dan Kekeringan, Umar bin Khattab Bertawasul kepada Paman Nabi SAW
(mhy)
Lihat Juga :