Keruntuhan Umat Islam Akhir Zaman

Rabu, 18 Agustus 2021 - 14:39 WIB
Nahwu dan Sharaf pun belum pernah digagas sebelumnya. Meski sudah ada Rasm Utsmani dalam wujud mushaf betulan, namun ilmu rasm saat itu belum dirumuskan dan belum jadi cabang ilmu dengan teori-teori baku sebagaimana di masa berikutnya.

Tidak Turun dari Langit

Seluruh cabang ilmu keislaman ini disusun oleh para ulama secara bertahap, satu per satu ditemukan, lalu disempurnakan. Apa yang sudah dirintis oleh ulama tertentu di satu generasi, akan dilanjutkan dan sempurnakan oleh para ulama lain pada generasi berikutnya.

Karena itulah kita menemukan karya para ulama selalu bermunculan di sepanjang abad-abad hijriyah. Datang silih berganti hampir di semua cabang ilmu. Yang pasti segambreng ilmu-ilmu keislaman itu tidak turun begitu saja dari langit sebagaimana kitab suci yang turun kepada para nabi dan rasul di masa lalu. Tetapi muncul lewat proses panjang kerja keras para ulama, dengan sepenuh kesungguhan dan optimalisasi kemampuan.

Keruntuhan Islam

Lalu datanglah masa keruntuhan Islam. Salah satu indikator keruntuhannya ketika lahir generasi yang begitu amat jahilnya mereka dari ilmu-ilmu keislaman. Ketika mereka dengan pongahnya meneriakkan yel-yel kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah.

Padahal, dibalik ungkapan yang terkesan keren itu, terselip sebuah pesan yang teramat bahaya, membakar semua warisan ilmu berharga karya para ulama.

Serbuan Musuh Islam

Sebelumnya umat Islam di Baghdad pernah dihabisi oleh pasukan Tatar/Mongol yang meratakan Bani Abasiyah di Baghdad dengan tanah. Ribuan karya ulama yang begitu berharga mereka bakar hangus jadi arang.

Sisanya mereka buang ke sungai Dajlah sehingga airnya berwarna hitam kelunturan tinta para ulama. Sebuah tindakan uncivilize dari bangsa anti peradaban yang tidak paham makna ilmu pengetahuan.

Amat jauh bila dibandingkan penjajahan Eropa di abad 18-20 Masehi ke dunia Islam. Mereka masih sedikit menghargai karya para ulama muslim. Buktinya berbagai kitab ulama justru kita temukan di berbagai moseum di belahan dunia barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!