Rumah Berkah Gelar Semaan Al-Qur'an dan Santunan Yatim-Dhuafa
Rabu, 08 September 2021 - 17:28 WIB
Acara semaan Al-Quran dirangkai dengan santunan Yatim-Dhuafa digelar oleh Yayasan Rumah Berkah Nusantara di Depok. Foto/Sudarsono
DEPOK - Yayasan Rumah Berkah Nusantara menggelar tiga acara sekaligus selama dua hari (6-7 September 2021). Acara yang digelar meliputi semaan Al-Qur'an 30 juz pada Senin (6/9) sampai sore. Kemudian dilanjutkan Doa Khatmil Qur'an pada Senin malam, dan ditutup dengan acara Santunan Yatim dan Dhuafa.
Ketua Panitia Santunan Yatim dan Semaan Al-Quran, Juslich Hanafi mengatakan, acara tersebut diselenggarakan dalam rangka berbagi dengan sesama sekaligus doa untuk keselamatan bangsa agar terbebas dari bala dan musibah. Semaan adalah tradisi membaca dan mendengarkan pembacaan Al-Qur'an.
"Melalui kegiatan ini (Semaan Al-Qur'an dan Santunan Yatim/Dhuafa), kami berharap negeri kita senantiasa diberkahi Allah," ujarnya Selasa (7/9) di Depok.
Juslich menambahkan, santunan yatim dan dhuafa dimaksudkan bagian dari berbagi dengan sesama. "Bersamaan dengan bulan Muharram, kami ingin pada yatim dan dhuafa tambah berbahagia dengan bantuan ini," ungkapnya.
Pria kelahiran Surabaya ini menyatakan, dalam acara Semaan Al-Qur'an 30 juz dan Doa Khatmil Qur'an dibacakan oleh Ustaz Mustain Muhammad, Ustaz Mudzakir Abdurrahman Lc, Ustaz Solahuddin, Ustaz H Syahruddin El-Fikri selaku ketua umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara.
Untuk santunan yatim dan dhuafa, Yayasan Rumah Berkah Nusantara menyantuni sebanyak 35 yatim piatu dan 45 dhuafa. Para Yatim mendapatkan uang tunai dan dhuafa mendapatkan uang tunai serta sembako. "Alhamdulillah, donasi yang diterima Yayasan Rumah Berkah Nusantara telah dilaksanakan dan disalurkan kepada mereka. Kami bersyukur dan berterima kasih acara Semaan Al-Qur'an dan Santunan Yatim/Dhuafa berjalan lancar," kata Juslich.
Donasi yang diterima, ungkapnya, berasal dari sejumlah donatur, baik perseorangan maupun lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). "Semoga donasi yang diinfakkan menjadi amal saleh dan senantiasa rezekinya diberkahi Allah SWT," doanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya di hadapan jamaah, Ustaz Syahruddin menekankan pentingnya berbagi dengan sesama, terlebih kepada anak yatim dan fakir miskin. "Dalam Al-Qur'an, khususnya Surat Al-Maun ayat 1-3, Allah mengancam umat Islam yang pelit, sehingga disebut pendusta agama," ujarnya.
Dan pendusta agama itu, kata dia, dalam Al-Qur'an disebutkan adalah mereka yang suka menghardik anak yatim dan enggan berbagi atau nggak mau memberi makan orang miskin.
Ketua Panitia Santunan Yatim dan Semaan Al-Quran, Juslich Hanafi mengatakan, acara tersebut diselenggarakan dalam rangka berbagi dengan sesama sekaligus doa untuk keselamatan bangsa agar terbebas dari bala dan musibah. Semaan adalah tradisi membaca dan mendengarkan pembacaan Al-Qur'an.
"Melalui kegiatan ini (Semaan Al-Qur'an dan Santunan Yatim/Dhuafa), kami berharap negeri kita senantiasa diberkahi Allah," ujarnya Selasa (7/9) di Depok.
Juslich menambahkan, santunan yatim dan dhuafa dimaksudkan bagian dari berbagi dengan sesama. "Bersamaan dengan bulan Muharram, kami ingin pada yatim dan dhuafa tambah berbahagia dengan bantuan ini," ungkapnya.
Pria kelahiran Surabaya ini menyatakan, dalam acara Semaan Al-Qur'an 30 juz dan Doa Khatmil Qur'an dibacakan oleh Ustaz Mustain Muhammad, Ustaz Mudzakir Abdurrahman Lc, Ustaz Solahuddin, Ustaz H Syahruddin El-Fikri selaku ketua umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara.
Untuk santunan yatim dan dhuafa, Yayasan Rumah Berkah Nusantara menyantuni sebanyak 35 yatim piatu dan 45 dhuafa. Para Yatim mendapatkan uang tunai dan dhuafa mendapatkan uang tunai serta sembako. "Alhamdulillah, donasi yang diterima Yayasan Rumah Berkah Nusantara telah dilaksanakan dan disalurkan kepada mereka. Kami bersyukur dan berterima kasih acara Semaan Al-Qur'an dan Santunan Yatim/Dhuafa berjalan lancar," kata Juslich.
Donasi yang diterima, ungkapnya, berasal dari sejumlah donatur, baik perseorangan maupun lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). "Semoga donasi yang diinfakkan menjadi amal saleh dan senantiasa rezekinya diberkahi Allah SWT," doanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya di hadapan jamaah, Ustaz Syahruddin menekankan pentingnya berbagi dengan sesama, terlebih kepada anak yatim dan fakir miskin. "Dalam Al-Qur'an, khususnya Surat Al-Maun ayat 1-3, Allah mengancam umat Islam yang pelit, sehingga disebut pendusta agama," ujarnya.
Dan pendusta agama itu, kata dia, dalam Al-Qur'an disebutkan adalah mereka yang suka menghardik anak yatim dan enggan berbagi atau nggak mau memberi makan orang miskin.
Lihat Juga :