Ketika Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan Diuji Secara Saintifik, Begini Hasilnya
Rabu, 29 September 2021 - 18:38 WIB
Dapatkah manusia hidup di dalam perutnya selama tiga hari? (Ilustrasi : Ist)
Beberapa sarjana Kristen Barat mencoba mengkritisi kisah Nabi Yunus AS dari sudut pandang saintifik. Hasilnya, diserahkan kepada iman umat beragama.
Baca juga: Doa Nabi Yunus, Salah Satu Doa yang Mustajab
Kisah tentang Nabi Yunus AS ditelan ikan terdapat di dalam Al-Quran dan hadits Nabi SAW, serta dalam Alkitab. Memang ada perbedaan kronologis dalam kisah yang ada di dalam kitab suci umat Islam dan Nasrani. Namun, secara umum kisah ini memiliki banyak kesamaan: ditelannya Nabi Yunus as di dalam perut ikan besar.
Mark Tier dan George Forrai dalam buku mereka yang berjudul When God Speaks for Himself mencoba mengurai kisah tentang Nabi Yunus AS.
Mereka memulai dari dua pertanyaan mendasar:
Pertama, jenis ikan apa, jika ada, yang dapat menelan manusia secara utuh?
Kedua, jika ada ikan seperti itu, dapatkah manusia hidup di dalam perutnya selama tiga hari?
Mereka kemudian menjelaskan, bahwa paus berpotensi cukup besar untuk menjadi kandidat (dan, tentu saja, paus bukanlah ikan, mereka adalah mamalia).
Ada dua jenis utama paus: Paus Balin (paus besar) dan Paus Narwhal (paus bertanduk). Paus Balin memiliki mulut yang sangat besar dan memakan krill (sejenis udang kecil), tetapi diameter tenggorokannya hanya beberapa inci.
Paus Narwhal (odontocetous) memiliki gigi pengiris dan tenggorokan yang cukup besar untuk menelan potongan ikan dan cumi-cumi besar. Namun, sebagian besar mulut mereka terlalu kecil untuk dapat menelan manusia secara utuh, kecuali Paus Sperma dan Paus Berardius (paus raksasa berparuh).
Namun karena Paus Berardius hanya hidup di wilayah kutub, dan sementara Paus Sperma dapat ditemukan di mana saja di tujuh lautan termasuk Mediterania timur, maka mereka menjadi kandidat utama.
Seekor Paus Sperma bisa memiliki panjang 20,5 meter – 11 kali tinggi manusia. Tulang rahangnya kira-kira 25% dari panjang tubuhnya – hingga lima meter, jadi mulutnya cukup besar untuk dapat memasukkan tubuh Nabi Yunus tanpa memotong kaki atau kepalanya. Tenggorokannya juga cukup besar bagi Nabi Yunus untuk dilewati, selama tubuhnya tidak terlalu besar.
Makanan kesukaan Paus Sperma adalah cumi-cumi raksasa dan cumi-cumi kolosal, yang hidupnya hingga tiga kilometer di bawah permukaan laut. Makhluk-makhluk ini dapat memiliki panjang hingga 13 meter, tetapi karena sebagian besar panjang tubuhnya berasal dari tentakel, tubuh mereka paling-paling hanya memiliki panjang 4 meter dan berdiameter 1,5 meter. Dengan fakta seperti ini, jadi sepertinya Paus Sperma bisa menelan manusia secara utuh.
Baca juga: Doa Nabi Yunus, Salah Satu Doa yang Mustajab
Kisah tentang Nabi Yunus AS ditelan ikan terdapat di dalam Al-Quran dan hadits Nabi SAW, serta dalam Alkitab. Memang ada perbedaan kronologis dalam kisah yang ada di dalam kitab suci umat Islam dan Nasrani. Namun, secara umum kisah ini memiliki banyak kesamaan: ditelannya Nabi Yunus as di dalam perut ikan besar.
Mark Tier dan George Forrai dalam buku mereka yang berjudul When God Speaks for Himself mencoba mengurai kisah tentang Nabi Yunus AS.
Mereka memulai dari dua pertanyaan mendasar:
Pertama, jenis ikan apa, jika ada, yang dapat menelan manusia secara utuh?
Kedua, jika ada ikan seperti itu, dapatkah manusia hidup di dalam perutnya selama tiga hari?
Mereka kemudian menjelaskan, bahwa paus berpotensi cukup besar untuk menjadi kandidat (dan, tentu saja, paus bukanlah ikan, mereka adalah mamalia).
Ada dua jenis utama paus: Paus Balin (paus besar) dan Paus Narwhal (paus bertanduk). Paus Balin memiliki mulut yang sangat besar dan memakan krill (sejenis udang kecil), tetapi diameter tenggorokannya hanya beberapa inci.
Paus Narwhal (odontocetous) memiliki gigi pengiris dan tenggorokan yang cukup besar untuk menelan potongan ikan dan cumi-cumi besar. Namun, sebagian besar mulut mereka terlalu kecil untuk dapat menelan manusia secara utuh, kecuali Paus Sperma dan Paus Berardius (paus raksasa berparuh).
Namun karena Paus Berardius hanya hidup di wilayah kutub, dan sementara Paus Sperma dapat ditemukan di mana saja di tujuh lautan termasuk Mediterania timur, maka mereka menjadi kandidat utama.
Seekor Paus Sperma bisa memiliki panjang 20,5 meter – 11 kali tinggi manusia. Tulang rahangnya kira-kira 25% dari panjang tubuhnya – hingga lima meter, jadi mulutnya cukup besar untuk dapat memasukkan tubuh Nabi Yunus tanpa memotong kaki atau kepalanya. Tenggorokannya juga cukup besar bagi Nabi Yunus untuk dilewati, selama tubuhnya tidak terlalu besar.
Makanan kesukaan Paus Sperma adalah cumi-cumi raksasa dan cumi-cumi kolosal, yang hidupnya hingga tiga kilometer di bawah permukaan laut. Makhluk-makhluk ini dapat memiliki panjang hingga 13 meter, tetapi karena sebagian besar panjang tubuhnya berasal dari tentakel, tubuh mereka paling-paling hanya memiliki panjang 4 meter dan berdiameter 1,5 meter. Dengan fakta seperti ini, jadi sepertinya Paus Sperma bisa menelan manusia secara utuh.
Lihat Juga :