Belajar dari Kisah Nabi Sulaiman, Diuji dengan Anak yang Kurang Sempurna
Minggu, 10 Oktober 2021 - 05:14 WIB
Harapan Nabi Sulaiman kandas. Beliau tidak bisa mewujudkan sumpahnya. Nabi Sulaiman hanya diberi setengah bayi. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan sebabnya, beliau lupa mengucapkan 'insya Allah' walaupun Malaikat telah mengingatkan itu kepadanya.
Baca juga: Beberapa Kesalahan Berjimak yang Sering Dilalaikan
Sepertinya Nabi Sulaiman sedang sibuk dengan urusan-urusannya sehingga membuatnya lalai mengucapkannya itu agar takdir Allah terlaksana padanya. Setengah manusia yang dilahirkan oleh salah seorang istri Sulaiman bisa jadi yang dimaksud dengan firman-Nya, "Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat." (QS. Shaad: 34)
Pelajaran dari Kisah Nabi Sulaiman
Demikian kisah Nabiyullah Sulaiman ketika mendapat ujian dari Allah Ta'ala. Adapun pelajaran yang bisa dipetik seorang muslim yaitu harus menggantungkan sesuatu yang hendak dilakukannya di atas kehendak Allah, dengan mengucap, "Aku akan melakukan ini, insya Allah."
Pelajaran lain, kata Syeikh Umar Sulaiman Al-Asyqor, di antara adab para Nabi adalah menggunakan bahasa kinayah dalam urusan di mana keterusterangan dianggap kurang baik. Sulaiman tidak berkata, "Aku akan menggauli atau menyetubuhi." Tetapi dia berkata, "aku akan berkeliling."
Kemudian, apabila seseorang bersumpah untuk melakukan sesuatu di masa mendatang, lalu dia berkata 'insya Allah' maka dia tidak ingkar dalam sumpahnya (jika tidak melakukannya). Jika tidak mengucapkannya, maka dia ingkar.
Baca juga: Inilah Karakteristik Wanita Mulia, Pemimpin Para Bidadari Surga
Wallahu A'lam
Baca juga: Beberapa Kesalahan Berjimak yang Sering Dilalaikan
Sepertinya Nabi Sulaiman sedang sibuk dengan urusan-urusannya sehingga membuatnya lalai mengucapkannya itu agar takdir Allah terlaksana padanya. Setengah manusia yang dilahirkan oleh salah seorang istri Sulaiman bisa jadi yang dimaksud dengan firman-Nya, "Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat." (QS. Shaad: 34)
Pelajaran dari Kisah Nabi Sulaiman
Demikian kisah Nabiyullah Sulaiman ketika mendapat ujian dari Allah Ta'ala. Adapun pelajaran yang bisa dipetik seorang muslim yaitu harus menggantungkan sesuatu yang hendak dilakukannya di atas kehendak Allah, dengan mengucap, "Aku akan melakukan ini, insya Allah."
Pelajaran lain, kata Syeikh Umar Sulaiman Al-Asyqor, di antara adab para Nabi adalah menggunakan bahasa kinayah dalam urusan di mana keterusterangan dianggap kurang baik. Sulaiman tidak berkata, "Aku akan menggauli atau menyetubuhi." Tetapi dia berkata, "aku akan berkeliling."
Kemudian, apabila seseorang bersumpah untuk melakukan sesuatu di masa mendatang, lalu dia berkata 'insya Allah' maka dia tidak ingkar dalam sumpahnya (jika tidak melakukannya). Jika tidak mengucapkannya, maka dia ingkar.
Baca juga: Inilah Karakteristik Wanita Mulia, Pemimpin Para Bidadari Surga
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :