Muhasabah Hati untuk Menghilangkan Penyakit Hati

Senin, 11 Oktober 2021 - 16:34 WIB
Sebagai muslimah, kita dianjurkan untuk melakukan muhasabah hati, agar penyakit hati seperti dengki, dendam, iri hati dan sebagainya, hilang dalam hati kita. Foto ilustrasi/ist
Setiap muslim dianjurkan selalu bermuhasabah (instrospeksi) setiap hari. Dengan muhasabah , kita dapat melihat dan merenungi kembali atas apa yang telah dilakukan dan diiringi keinginan untuk memperbaiki di kemudian hari. Salah satu ayat Al-Qur'an tentang muhasabah dibeberkan dalam ayat:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلۡتَـنۡظُرۡ نَـفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ‌ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."(QS. Al-Hasyr:18 )

Baca juga: Muhasabah Sebelum Tidur, Aktivitas yang Sering Dilalaikan

Nah muslimah, selama ini muhasabah yang kita kenal atau populer adalah muhasabah diri atau perilaku. Namun, ternyata ada yang lebih spesifik lagi yakni muhasabah hati. Antara muhasabah diri dan muhasabah hati keduanya memiliki kesamaan yaitu bermaksud untuk melihat pada diri sendiri. Sedangkan perbedaannya, pada muhasabah diri lebih kepada perilaku, sedangkan muhasabah hati lebih pada jiwa atau penyakit hati seperti dengki, dendam, iri hati dan sebagainya, yang justru sering tidak disadari oleh manusia.

Lantas bagaimana cara muhasabah hati ini? Dinukil dari berbagai sumber, muhasabah hati diperlukan bagi seorang muslim dalam rangka memperbaiki kehidupan mental dan spiritualnya. Muhasabah hati dilakukan dengan cara mengingat kembali segala penyakit hati yang sempat dirasakan di dalam hati setiap orang. Bisa jadi dengki, dendam dan semacamnya kita rasakan pada orang lain.

Kunci dari keberhasilan muhasabah hati adalah dengan tiga macam tindakan, yakni:

1. Ikhlas

Munculnya penyakit hati seperti iri, dengki, dan lainnya dikarenakan satu sebab yaitu kurangnya keikhlasan diri. Ikhlas diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menerima segala kenyataan hidup yang diberikan Allah Subhanahu wa ta'ala kepadanya.

Baca juga: Inilah Ayat-ayat Al-Qur'an Tentang Istidraj

2. Sabar

Sabar merupakan salah satu bentuk dari ketakwaan kepada Allah Ta'ala yang paling dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Kesabaran biasanya diuji dengan reaksi kita terhadap orang lain. Perilaku mereka yang terkadang tidak sesuai dengan harapan kita agaknya tetap membuat kita bersabar dan menahan diri untuk tidak marah, atau bersikap buruk pada mereka yang menyakiti.

3. Jujur
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!