Stempel Kenabian Muhammad yang Jarang Diketahui, Begini Tandanya
Senin, 11 Oktober 2021 - 17:15 WIB
Salah satu bukti kenabian Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah adanya stempel atau cap Khatam an-Nubuwah di antara kedua bahu beliau. Foto ilustrasi/Ist
Bulan Maulid Rabiul Awal menjadi mulia karena banyak peristiwa ajaib saat lahirnya sosok mulia Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Salah satunya tentang stempel tanda kenabian beliau.
Stempel atau cap kenabian ini disebut dengan Khatam an-Nubuwah yang menjadi legalitas tanda kenabian Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Cap kenabinan ini sudah ada sejak beliau lahir dari rahim perempuan mulia Sayyidah Aminah di Hari Senin 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (menurut riwayat paling masyhur).
Baca Juga: Biografi Nabi Muhammad, Manusia Teragung Sepanjang Masa
Seperti apakah tanda atau lambang stempel kenabian yang melekat di pundak beliau? Berikut keterangan dari beberapa riwayat yang dilansir dari Lajnah Ta'lif wan Nasyr Kesan Pusat Pondok Pesantren Langitan.
Diriwayatkan oleh Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau bercerita: "Di Makkah terdapat seorang pedagang Yahudi. Pada saat malam dilahirkannya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata: 'Wahai kaum Quraisy apakah ada bayi dari kalangan kalian yang lahir di malam ini?' Mereka menjawab: 'Kami tidak tahu.' Kemudian si Yahudi kembali berkata: "Telah dilahirkan pada malam ini Nabi umat ini, di antara kedua bahunya terdapat tanda yaitu rambut lebat mirip surai kuda.
Kemudian mereka (kaum Quraisy) pun keluar bersama Si Yahudi dan masuk ke rumah ibunda Nabi Muhammad. Mereka berkata: "Tunjukan putramu!" Kemudian ibunda Nabi mengeluarkan putranya, dan mereka membuka punggung bayi tersebut dan terlihatlah 'tanda' itu hingga membuat si Yahudi jatuh pingsan.
Ketika sudah sadar, mereka bertanya: 'Celaka kamu, ada apa denganmu?' Ia menjawab: "Demi Allah, telah selesai kenabian dari kalangan Bani Israil." (Abu Abdillah Muhammad Ibn Abdullah al-Hakim al-Naisabury, Al-Mustadrok ala al-Shahihain, No Hadis 4177)
Hadis di atas menunjukkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terlahir dengan Khatam al-Nubuwwah (stempel/tanda kenabian). Di kalangan Ahlul Kitab, tanda kenabian inilah yang selalu mereka cari dan tanyakan. (Abdurrahman Ibn Ahmad Ibn Rajab al-Hambali, Lathaif al-Ma'arif, 183).
Bentuk Stempel Cap Kenabian
Stempel atau cap kenabian ini disebut dengan Khatam an-Nubuwah yang menjadi legalitas tanda kenabian Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Cap kenabinan ini sudah ada sejak beliau lahir dari rahim perempuan mulia Sayyidah Aminah di Hari Senin 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (menurut riwayat paling masyhur).
Baca Juga: Biografi Nabi Muhammad, Manusia Teragung Sepanjang Masa
Seperti apakah tanda atau lambang stempel kenabian yang melekat di pundak beliau? Berikut keterangan dari beberapa riwayat yang dilansir dari Lajnah Ta'lif wan Nasyr Kesan Pusat Pondok Pesantren Langitan.
Diriwayatkan oleh Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau bercerita: "Di Makkah terdapat seorang pedagang Yahudi. Pada saat malam dilahirkannya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata: 'Wahai kaum Quraisy apakah ada bayi dari kalangan kalian yang lahir di malam ini?' Mereka menjawab: 'Kami tidak tahu.' Kemudian si Yahudi kembali berkata: "Telah dilahirkan pada malam ini Nabi umat ini, di antara kedua bahunya terdapat tanda yaitu rambut lebat mirip surai kuda.
Kemudian mereka (kaum Quraisy) pun keluar bersama Si Yahudi dan masuk ke rumah ibunda Nabi Muhammad. Mereka berkata: "Tunjukan putramu!" Kemudian ibunda Nabi mengeluarkan putranya, dan mereka membuka punggung bayi tersebut dan terlihatlah 'tanda' itu hingga membuat si Yahudi jatuh pingsan.
Ketika sudah sadar, mereka bertanya: 'Celaka kamu, ada apa denganmu?' Ia menjawab: "Demi Allah, telah selesai kenabian dari kalangan Bani Israil." (Abu Abdillah Muhammad Ibn Abdullah al-Hakim al-Naisabury, Al-Mustadrok ala al-Shahihain, No Hadis 4177)
Hadis di atas menunjukkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terlahir dengan Khatam al-Nubuwwah (stempel/tanda kenabian). Di kalangan Ahlul Kitab, tanda kenabian inilah yang selalu mereka cari dan tanyakan. (Abdurrahman Ibn Ahmad Ibn Rajab al-Hambali, Lathaif al-Ma'arif, 183).
Bentuk Stempel Cap Kenabian
Lihat Juga :