Stempel Kenabian Muhammad yang Jarang Diketahui, Begini Tandanya

Senin, 11 Oktober 2021 - 17:15 WIB
Menurut ulama besar Makkah As-Sayyid Muhammad Ibn Alawi al-Maliki, dalam Tarikh al-Hawadits wa al-Ahwal al-Nabawiyyah, berkaitan dengan sifat atau bentuk Khataman Nubuwwah, para ulama berselisih pendapat. Yang paling masyhur adalah pendapat yang mengatakan bahwa bentuknya seperti telur burung merpati berupa daging yang muncul di bagian punggung, tepatnya di bagian atas belikat kiri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Diriwayatkan juga bahwa Hiraqlius pernah mengutus seorang utusan kepada Rasulullah di Tabuk untuk melihat stempel/tanda kenabian tersebut kemudian memberitahukan kepadanya. Disebutkan pula dalam hadis riwayat Abi Dzar dan 'Utbah Ibn Abd dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Bahwa kedua Malaikat yang membelah dada Nabi dan mengisi penuh dengan hikmah. Keduanya lah yang memberikan stempel kenabian." (Lathaif al-Ma'arif). Akan tetapi hadis ini bertentangan dengan hadis Sayyidah Aisyah di atas.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib menceritakan sifat-sifat Rasulullah, maka beliau bercerita panjang lebar dan berkata: "Di antara kedua bahu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terdapat khatam (tanda) kenabian, yaitu khatam para Nabi. (HR Ahmad Ubadah adh-Dhabi, Ali bin Hujr dan lainnya, yang mereka terima dari Isa bin Yunus dari Umar bin Abdullah dari Ibrahim bin Muhammad yang bersumber dari salah seorang putera Sayyidina Ali bin Abi Thalib).

Dari Jabir bin Samurah mengemukakan perihal tanda kenabian beliau sebagai berikut: "Aku pernah melihat khatam (kenabian), ia terletak di antara kedua bahu Rasulullah. Bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dara.

Dalam Syarh Kitab al-Barzanji dikatakan: Khatam an-Nubuwwah adalah daging atau lemak yang hitam (nampak timbul) bercampur kekuningan (seperti urat), lalu sekelilingnya itu ada bulu-bulu rambut yang beriring-iringan seperti bulu kuda (yang halus).

Al-'Allamah az-Zurqani dalam al-Mawahib al-Laduniyyah Syarh ala asy-Syamail al-Muhammadiyyah berkata: Al-Hakim dan at-Tirmidzi berkata: "Ia (Khatam an-Nubuwwah) bagaikan telur burung merpati. Di dalamnya tertulis kalimat: "Allahu wahdahu laa syariika lahu. Dan di luarnya tertulis: Tawajjahu haitsu syita. Fainnaka manshurun. Sedangkan dalam Tarikh an-Naisabur menambahkan: Di dalam Khatam an-Nubuwwah itu juga tertulis: Muhammadun Rasulullah." (Al-Mawahib al-Laduniyyah Syarh ala asy-Syamail al-Muhammadiyyah juz 1 halaman 85)

Baca Juga: 11 Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!