4 Penafsiran Surat Yasin Ayat 1, Salah Satunya Kata untuk Bersumpah

Kamis, 28 Oktober 2021 - 16:41 WIB
Surat Yasin juga dikenal dengan Qalbul Qur’an. (Foto/Ilustrasi : Dok. SINDOnews)
Ada beberapa tafsir pada Surat Yasin ayat 1 . Ada yang menafsirkannya dengan nama Allah, Al-Quran, nama surat, dan lain-lain. Sebagaimana yang ditulis oleh Lukman Hakim terkait penafsiran huruf muqatta’ah.



Allah SWT berfirman:

يس


Artinya: Yaasiin.

At-Thabari dalam tafsirnya Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an menyebut ada 4 penafsiran terkait Ya-Sin.

Pertama, kata Ya-Sin merupakan bentuk muqsam bih (kata yang digunakan untuk bersumpah), kata yang seperti ini juga dapat ditemukan dalam surah-surah lain seperti ad-dhuha, al-‘Asr, al-Tin, ar-Rahman, dan semacamnya.

Selanjutnya, atau kedua, At-Thabari menilai bahwa kata Ya-Sin merupakan bagian dari Asma’ Allah (nama-nama Allah). Ketiga, al-Thabari mengutip pendapat Qatadah yang menilai kata Ya-Sin adalah nama Al-Quran.

Pendapat lain yang dinukil olehnya, dan sedikit berbeda ialah datang dari Ibnu ‘Abbas yang menafsirkan kata Ya-Sin dengan Yaa Insaan (wahai manusia).

Kata Ya-Sin sendiri merupakan salah satu dari 14 huruf muqatta’ah dalam Al-Quran yang tersebar di 29 surat. Masing-masing huruf memiliki interpretasi yang berbeda.



Surat ke-36

Berdasarkan tartib mushafi (urutan mushaf) surat Yasin ada di urutan ke-36 dari 114 surat, dan urutan ke 41 berdasarkan tartib nuzuli (urutan turunnya).

Ibnu ‘Asyur dalam tafsirnya at-Tahrir wa at-Tanwir, mengatakan bahwa beberapa ulama masih berselisih pendapat terkait jumlah ayat dalam surah ini.

Ada yang mengatakan 83 ayat, ada juga yang berpendapat 82 ayat. Namun, mayoritas sepakat kalau jumlah ayat pada surat Yasin totalnya adalah 83 ayat.

Secara keseluruhan pakar tafsir seperti at-Thabari, Zamakhsyari, dan Qurthubi mengkategorikan surat ini sebagai surat Makkiyah.

Menurut Ibnu ‘Athiyah, ayat 12 dalam surat ini diturunkan di Madinah. Pendapat ini ditolak oleh Ibnu ‘Asyur, ia menganggap bahwa ayat tersebut sejatinya turun di Makkah namun dijadikan hujjah oleh sebagian kelompok untuk mengatakannya turun di Madinah.



Keutamaan Membaca Yasin

Surat Yasin juga dikenal dengan Qalbul Qur’an, para ulama Salaf menamai demikian berdasarkan teks hadits yang berbunyi:

لكل شيء قلبا و قلب القرآن يس


“Setiap sesuatu memilki qalb (inti/hati) dan qalb Al-Quran adalah Ya-Sin”

Ada beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan membaca Yasin, misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Darda’ dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ يُقْرَأُ عَلَيْهِ سُوْرَةُ يس اِلاَّ هَوّنَ الله عَلَيْه


“Tidaklah seorang mayyit yang dibacakan atasnya surah Ya-Sin, kecuali Allah akan memberikan ketenangan/kemudahan padanya”

Dalam kitab Musnad ad-Darimi, juga dijelaskan sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ يس في ليَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ الله , غُفِرَ لَهُ فِي تِلْكَ الَّليْلَة


“Barangsiapa yang membaca surat Ya-Sin pada malam hari karena mengharap ridha Allah, diampuni baginya (dosa) di malam tersebut”

Masih banyak lagi hadis-hadis yang membahas tentang keutamaan-keutamaan surah Yasin, meski hadis-hadis tersebut tergolong lemah (dhaif).

(mhy)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Handlalah bin Ali bahwa Mihjan bin Al Adra' telah menceritakan kepadanya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam masjid, lalu beliau mendapati seorang laki-laki membaca tasyahud seusai shalat yang mengucapkan: Allahumma inni as'aluka Ya Allah Al Ahad As Shamad alladzii lam yalid wa lam yuulad walam yakul lahuu kufuwan ahad antaghfira lii dzunuubi innaka antal ghafuurur rakhiim (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, Dzat yang Maha Esa, Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia, semoga Engkau mengampuni dosa-dosaku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  Maka beliau bersabda: Sungguh dosa-dosanya telah di ampuni, Sungguh dosa-dosanya telah di ampuni, Sungguh dosa-dosanya telah di ampuni.

(HR. Sunan Abu Dawud No. 835)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More