Tafsir Al-Fatihah Ayat 4: Peringatan Tentang Hari Pembalasan

Rabu, 03 November 2021 - 21:50 WIB
Kebenaran Hari Akhir tidak dapat dibantah oleh akal. Setelah manusia mati, Allah akan membangkitkan semuanya di hari Akhir untuk diberi balasan atas amalan (baik dan buruk) manusia. Foto/Ist
Surat Al-Fatihah dijuluki Ummul Qur'an (induk Al-Qur'an) karena merupakan induk dari semua isi Al-Qur'an. Tidak ada yang menyamai keagungan surat ini sehingga di jadikan surat pembuka dari Al-Qur'an.

Surat Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat diturunkan di Makkah. Bagi Mazhab Maliki, terdiri dari 6 ayat (tanpa basmalah). Dalam Surat Al-Fatihah, Allah mengingatkan manusia tentang Hari pembalasan, dimana tak seorang pun berkuasa pada hari itu kecuali kekuasaan-Nya.

Berikut Tafsir Al-Fatihah Ayat 4 yang wajib kita imani.

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ


Maaliki Yawmid-Diin

Artinya: "Pemilik hari pembalasan." (Al-Fatihah: Ayat 4)

Dijelaskan dalam Tafsir Kemenag, satu-satunya pemilik hari pembalasan dan perhitungan atas segala perbuatan (Hari Kiamat) ialah Allah 'Azza wa Jalla. Kepemilikan-Nya pada hari itu bersifat mutlak dan tidak disekutui oleh suatu apa pun.

Sesudah Allah menyebutkan beberapa sifat-Nya, yaitu: "Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang", maka diiringi-Nya dengan menyebutkan satu sifat-Nya lagi, yaitu "Menguasai hari Pembalasan". Penyebutan ayat ini dimaksudkan bahwa kekuasaan Allah tak terhenti sampai di dunia saja, tetapi berlanjut sampai hari Kiamat.

Ada dua macam bacaan berkenaan dengan Malik. Pertama, dengan memanjangkan "Ma", dan kedua dengan memendekkannya. Menurut bacaan yang pertama, Malik artinya "Yang memiliki" (Yang empunya). Sedang menurut bacaan yang kedua, artinya "Raja". Kedua bacaan itu benar.

Baik menurut bacaan pertama ataupun bacaan kedua, dapat dipahami dari kata itu arti "berkuasa" dan bertindak dengan sepenuhnya. Sebab itulah diterjemahkan dengan "Yang menguasai". "Yaum" artinya hari, tetapi yang dimaksud di sini ialah waktu secara mutlak.

Ad-din banyak artinya, di antaranya: (1) perhitungan, (2) ganjaran, pembalasan, (3) patuh, (4) menundukkan, dan (5) syariat, agama. Yang selaras di sini ialah dengan arti "pembalasan". Jadi, "Maliki Yaumiddin" maksudnya "Allah lah yang berkuasa dan yang dapat bertindak dengan sepenuhnya terhadap semua makhluk-Nya pada hari pembalasan."

Sebetulnya pada hari kemudian itu banyak hal yang terjadi, yaitu Kiamat, kebangkitan, berkumpul, perhitungan, pembalasan, tetapi pembalasan sajalah yang disebut oleh Allah di sini, karena itulah yang terpenting. Yang lain dari itu, umpamanya kiamat, kebangkitan dan seterusnya, merupakan pendahuluan dari pembalasan, apalagi untuk targib dan tarhib (menggalakkan dan menakut-nakuti), penyebutan "hari pembalasan" itu lebih tepat.

Hari Akhirat Menurut Pendapat Akal
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!