Kisah Nabi Khidir Dijual Pengemis dan Menjadi Budak

Minggu, 05 Desember 2021 - 13:00 WIB
"Aku tidak enak hati. Engkau sudah tua. Aku merasa tidak enak membuat dirimu berat," jawab sang majikan.

“Tenang. Tidak ada yang berat bagiku,” ujar Nabi Khidir.

“Kalau begitu pindahkanlah batu-batu ini," perintah sang majikan.

Sang majikan kemudian pergi mengerjakan sebuah urusan. Namun ketika ia kembali, alangkah kagetanya dia. Belum satu jam ditinggalkan, batu-batu itu telah berpindah. Padahal memindah batu-batu itu butuh lebih dari puluhan orang.

Sang majikan memuji budak barunya itu. Meski sudah tua, ternyata di luar prediksi. Budak itu sangat kuat dan bahkan mampu mengerjakan sesuatu yang belum tentu mampu dikerjakan orang lain.

Pada suatu ketika sang majikan hendak bepergian. Dia meminta Nabi Khidir yang menjadi budaknya itu untuk menjaga rumahnya. Nabi khidir meminta agar sang majikan juga memberikan perintah lain selama dia pergi. Lalu, Nabi Khidir pun diminta menyelesaikan sebuah bangunan. Sang majikan kemudian pergi.

Baca juga: Nabi Khidir, Setiap Tempat yang Dipijak Berubah Hijau

Tanpa disangka, ketika sang majikan pulang, bangunan telah berdiri kokoh. Sang majikan semakin heran. Bagaimana bisa orang tua ini bisa menyelesaikan bangunan itu sendirian dengan begitu cepatnya. Sang majikan kemudian bertanya siapa sebenarnya budaknya itu: “Aku hendak bertanya, sebenarnya bagimana pekerjaan itu bisa begitu cepatnya serta siapakah gerangan anda ini?"

Khidir menjawab: “Sebenarnya saya adalah nabiyullah Khidir as. Ada orang miskin meminta-minta kepada saya namun saya tidak mampu memberi apapun kepadanya. Oleh karena itu saya perkenankan dia untuk menjual saya sebagai budak."

"Saya harus menuruti permintaan orang miskin itu sebab dia menyebut nama Allah. Karena seseorang yang diminta dengan menyebut nama Allah SWT lalu menolak memberi, maka di hari kiamat nanti berakibat tidak ada kulit dan daging yang membungkus tubuhnya. Dia hanya seonggok tulang saja,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!