Nebukadnezar: Pembunuh dan Perusak Masjid Al-Aqsa, 7 Tahun Merasa sebagai Sapi

Kamis, 09 Desember 2021 - 16:15 WIB
Nebukadnezar merasa dirinya adalah sapi, sehingga berjalan merangkak dan gemar merumput di padang rumput. (Foto/Ilustrasi :Wikipedia)
Nebukadnezar (630-562 SM), adalah penguasa Kekaisaran Babilonia Baru dalam Dinasti Kasdim yang berkuasa 605 SM-562 SM atau selama 43 tahun. Ia tercatat sebagai pembantai puluhan ribu orang dan juga perusak masjid al-Aqsa .

Di sisi lain, selama 7 tahun Nebukadnezar menderita gangguan mental. Nebukadnezar merasa dirinya adalah sapi, sehingga berjalan merangkak dan gemar merumput di padang rumput.

Baca juga: Kisah Nebukadnezar Bantai 70.000 Orang untuk Hentikan Didihan Darah Nabi Yahya

Ibnu Khaldun dalam bukunya yang berjudul "al-Muqaddimah" menuturkan, masjid al-Aqsa dihancurkan oleh Nebukadnezar, setelah 800 tahun berdiri.

Nebukadnezar membakar Taurat, tongkat milik Nabi Musa, melelehkan efigi-efigi, dan memporak-porandakan batuan-batuannya. "Kemudian para penguasa Persia mengizinkan Bani Israil kembali ke Yerusalem," tulis Ibnu Khaldun.

Selain di Yerusalem , ia juga melakukan penyerangan ke Damaskus. Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Qashash Al-Anbiya" mengutip Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam meriwayatkan, dari Abdullah bin Saleh, dari Al-Laits, dari Yahya bin Said, dari Said bin Musayib, ia berkata, ketika Nebukadnezar datang ke Damaskus, ia menemukan darah Yahya bin Zakaria yang mendidih, lalu ia bertanya tentang darah tersebut.

Setelah diberitahukan, lalu ia membunuh masyarakat sekitar untuk meredam didihan darah Yahya, dan setelah 70.000 orang yang dibunuh barulah darah itu berhenti mendidih.

Itu adalah kisah keperkasaan Nebukadnezar. Di sisi lain ia juga tercatat pernah menderita penyakit mental yang aneh selama 7 tahun.

Dia meyakini bahwa dirinya adalah sapi dan berjalan dengan kedua tangan dan kedua kakinya, lalu memakan rumput di padang rumput. Bicaranya pun dengan teriakan. Penyakit ini bernama Panthropia, yaitu kelainan psikologis yang sangat langka.

Orang dengan penyakit ini mengira bahwa mereka adalah sapi atau lembu jantan dan mulai bertindak atas dasar ini. Penderita panthropia kehilangan rasa sebagai manusia, mulai berjalan merangkak, memakan rumput padang rumput, kehilangan kemampuan untuk berbicara dan menggantinya dengan berteriak dan melenguh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!