Surah Yasin Ayat 32: Semua Akan Dihimpun dan Menghadap Allah SWT

Jum'at, 10 Desember 2021 - 14:06 WIB
Surat Yasin ayat 32 yang menjadi penutup kisah ashab al-qaryah. (Foto/Ilustrasi : Dok. SINDOnews)
Surah Yasin ayat 32 menjadi penutup kisah ashab al-qaryah (mulai dari ayat 13 hingga ayat ke 32). Kebanyakan ahli tafsir menyatakan bahwa penduduk Ashabul Qaryah yang disebutkan dalam surat Yasin itu adalah negeri Anthakiyah, yang terletak di tepi Laut Tengah. Namun, beberapa ahli tafsir meragukan Anthakiyah sebagaimana disebutkan dalam surah Yasiin ayat 13 tersebut.

Terlepas dari itu, Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fi Zhilal al-Qur'an, menjelaskan, tidak ada pentingnya Allah menyebutkan nama daerah tersebut. ''Yang terpenting justru hikmah di balik kisah tersebut agar kita beriman kepada Allah,'' terangnya.

Baca juga: Surat Yasin Ayat 30-31: Belajar dari Kisah-Kisah Terdahulu

Nah, pada surat Yasin ayat 32 yang menjadi penutup kisah ashab al-qaryah ini menegaskan bahwa kelak seluruh makhluk akan dikumpulkan di hadapan Allah SWT, baik yang terdahulu maupun yang akan datang.

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ ࣖ


Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami.” ( QS Yasin : 32 )

Laman Tafsir Al-Quran menjelaskan terdapat dua jenis bacaan dalam ayat ke 32 ini. Perbedaannya ditentukan oleh kata In (اِنْ). Apabila kata In (اِنْ) dianggap sebagai In nafiah (نافية اِنْ) yang bermakna tidak, maka lamma (لَّمَّا) dibaca lamma (لَّمَّا) dengan menggunakan tasdid di atas huruf mim. Maknanya seperti kata illa (الا). Bacaannya seperti yang tertera di atas.

Apabila kata In (اِنْ) ini dianggap sebagai In mukhafafah min al-tsaqilah (مخففة من الثقيلة اِنْ) maka kata lamma (لَّمَّا) dibaca lama (لَّمَا) tanpa tasydid di atas huruf mim. Maka hasilnya dibaca:

وَاِنْ كُلٌّ لًمَا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ


Hal ini dikemukakan hampir oleh mayoritas mufassir, semisal al-Thabari, al-Zamakhsyari, Ibnu ‘Asyur, maupun Ibnu Katsir. Namun yang terpenting adalah makna dari perbedaan qiraat tersebut sama, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim.

Thabari, meriwayatkan dari Qatadah bahwa maksud dari ayat di atas adalah hari kiamat. Al-Zamakhsyari mengatakan bahwa kelak seluruh makhluk akan dikumpulkan di hadapan Allah SWT, baik yang terdahulu maupun yang akan datang.

Baca juga: Surat Yasin Ayat 28-29: Satu Teriakan Menghabisi Penduduk Antokiah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!