Begini Sholat Rasulullah SAW sebelum Isra dan Mikraj
Rabu, 22 Desember 2021 - 05:15 WIB
Dalam keterangan buku "Sejarah Hidup Muhammad" karya Muhammad Husein Haikal , disebutkan kisah awal Nabi Muhammad SAW menerima wahyu di Gua Hira hingga turun wahyu surat Ad-Dhuha. Ketika itu, Nabi Muhammad sedang menantikan bimbingan wahyu dalam menghadapi masalahnya yang berat. Namun, wahyu itu sekarang terputus. Jibril pun tidak datang lagi kepadanya.
Tempat di sekitarnya jadi sunyi dan bisu. Beliau merasa terasing dari orang lain dan dirinya. Beliau kembali merasa dalam ketakutan seperti ketika mendapatkan wahyu yang pertama. Konon, Khadijah pernah mengatakan kepadanya, “Mungkin Tuhan sedang tidak menyukai engkau."
Ketika Nabi SAW sedang dalam kekhawatiran tersebut—sesudah sekian lama wahyu terhenti—tiba-tiba datang wahyu:
“Demi waktu matahari sepenggalah naik. Dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tiada meninggikan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak pasti Tuhanmu memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (QS Ad-Dhuha: 1-11)
Baca juga: Begini Sholat Nabi Zakariya saat Didatangi Malaikat Jibril
Mahamulia Allah. Betapa damainya dalam jiwa. Betapa gembiranya dalam hati. Rasa cemas dan takut dalam diri Nabi Muhammad semuanya hilang sudah. Terbayang senyum di wajahnya. Bibirnya pun mengucapkan kata-kata syukur, suci, dan penuh khidmat.
Tidak lagi Khadijah merasa takut dan gelisah bahwa Tuhan sudah tidak menyukai Muhammad. Bahkan, Tuhan telah melindungi mereka berdua dengan rahmat-Nya. Segala rasa takut dan keragu-raguannya hilang sama sekali dari hatinya.
Sekarang yang ada ialah hidup dan ajakan hanya kepada Allah semata. Hanya kepada Allah Yang Mahabesar menundukkan kepala. Segala yang ada di langit dan bumi bersujud belaka kepada-Nya.
Hanya Dialah Yang Haq dan selain-Nya batil. Hanya kepada-Nya hati manusia dihadapkan. Seluruh hidup bergantung kepada-Nya. Kepada-Nya pula roh akan kembali. “Sesungguhnya akhir (akhirat) itu lebih baik bagimu dari permulaan (dunia)".
Tempat di sekitarnya jadi sunyi dan bisu. Beliau merasa terasing dari orang lain dan dirinya. Beliau kembali merasa dalam ketakutan seperti ketika mendapatkan wahyu yang pertama. Konon, Khadijah pernah mengatakan kepadanya, “Mungkin Tuhan sedang tidak menyukai engkau."
Ketika Nabi SAW sedang dalam kekhawatiran tersebut—sesudah sekian lama wahyu terhenti—tiba-tiba datang wahyu:
“Demi waktu matahari sepenggalah naik. Dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tiada meninggikan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak pasti Tuhanmu memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (QS Ad-Dhuha: 1-11)
Baca juga: Begini Sholat Nabi Zakariya saat Didatangi Malaikat Jibril
Mahamulia Allah. Betapa damainya dalam jiwa. Betapa gembiranya dalam hati. Rasa cemas dan takut dalam diri Nabi Muhammad semuanya hilang sudah. Terbayang senyum di wajahnya. Bibirnya pun mengucapkan kata-kata syukur, suci, dan penuh khidmat.
Tidak lagi Khadijah merasa takut dan gelisah bahwa Tuhan sudah tidak menyukai Muhammad. Bahkan, Tuhan telah melindungi mereka berdua dengan rahmat-Nya. Segala rasa takut dan keragu-raguannya hilang sama sekali dari hatinya.
Sekarang yang ada ialah hidup dan ajakan hanya kepada Allah semata. Hanya kepada Allah Yang Mahabesar menundukkan kepala. Segala yang ada di langit dan bumi bersujud belaka kepada-Nya.
Hanya Dialah Yang Haq dan selain-Nya batil. Hanya kepada-Nya hati manusia dihadapkan. Seluruh hidup bergantung kepada-Nya. Kepada-Nya pula roh akan kembali. “Sesungguhnya akhir (akhirat) itu lebih baik bagimu dari permulaan (dunia)".
Lihat Juga :