Tausiyah Menarik! Begini Cara Rasulullah Mengajarkan Kemandirian Finansial
Rabu, 22 Desember 2021 - 08:20 WIB
Cara Rasulullah Mendidik Sahabat
Mari kita lihat bagaimana Rasulullah SAW mendidik para Sahabat untuk mandiri. Saya berikan satu kisah untuk menjadi pelajaran berharga. Kisah ini bisa dijadikan program oleh negara untuk membantu warga keluarga dari kemiskinan.
"Suatu hari datang seseorang dari kalangan Anshor kepada Rasulullah berniat mengemis kepada Beliau. Nabi kalau diminta pasti beri. Tapi ini anak muda, meminta makan. Maka Rasulullah, bertanya apa yang dimiliki laki-laki itu di rumahnya.
Laki-laki itu menjelaskan yang dia punya hanya kain kasar untuk selimut dan gelas untuk minum. Rasulullah pun menyuruhnya pulang untuk mengambil dua benda tersebut.
Setelah laki-laki Anshor itu kembali kepada Rasulullah, Beliau menjual dua benda yang dimiliki laki-laki itu. Ada yang bersedia membayar satu dirham, namun Rasulullah tidak berkenan lalu menawarkannya kepada orang lain hingga akhirnya benda tak berharga itu laku dua Dirham.
"Yang satu Dirham belikan untuk makanan, lalu berikan kepada keluargamu. Kemudian satu dirham lagi belikan sebuah kapak, lalu bawakan kepadaku," kata Rasulullah.
Beberapa hari kemudian, laki-laki itu datang kepada Rasulullah sembari membawa kapak. Dia menyerahkan kapak itu kepada Baginda Rasulullah. Kemudian kapak itu diikat dengan sebatang kayu sehingga bisa digunakan. Setelah itu, kapak tersebut diserahkan Rasulullah kepada laki-laki dari kalangan Anshor itu.
"Pergilah, carilah kayu bakar dan juallah ke pasar. Dan aku tidak ingin melihatmu selama 15 hari," kata Rasulullah.
Sahabat itu pun menurut lalu pergi mencari kayu bakar. Dia pun menjual kayu-kayunya kepada orang yang membutuhkan.
Setelah 15 hari berlalu, laki-laki itu datang kepada Rasulullah. Di tangannya sudah ada 10 Dirham, cukup untuk membeli makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya.
Mari kita lihat bagaimana Rasulullah SAW mendidik para Sahabat untuk mandiri. Saya berikan satu kisah untuk menjadi pelajaran berharga. Kisah ini bisa dijadikan program oleh negara untuk membantu warga keluarga dari kemiskinan.
"Suatu hari datang seseorang dari kalangan Anshor kepada Rasulullah berniat mengemis kepada Beliau. Nabi kalau diminta pasti beri. Tapi ini anak muda, meminta makan. Maka Rasulullah, bertanya apa yang dimiliki laki-laki itu di rumahnya.
Laki-laki itu menjelaskan yang dia punya hanya kain kasar untuk selimut dan gelas untuk minum. Rasulullah pun menyuruhnya pulang untuk mengambil dua benda tersebut.
Setelah laki-laki Anshor itu kembali kepada Rasulullah, Beliau menjual dua benda yang dimiliki laki-laki itu. Ada yang bersedia membayar satu dirham, namun Rasulullah tidak berkenan lalu menawarkannya kepada orang lain hingga akhirnya benda tak berharga itu laku dua Dirham.
"Yang satu Dirham belikan untuk makanan, lalu berikan kepada keluargamu. Kemudian satu dirham lagi belikan sebuah kapak, lalu bawakan kepadaku," kata Rasulullah.
Beberapa hari kemudian, laki-laki itu datang kepada Rasulullah sembari membawa kapak. Dia menyerahkan kapak itu kepada Baginda Rasulullah. Kemudian kapak itu diikat dengan sebatang kayu sehingga bisa digunakan. Setelah itu, kapak tersebut diserahkan Rasulullah kepada laki-laki dari kalangan Anshor itu.
"Pergilah, carilah kayu bakar dan juallah ke pasar. Dan aku tidak ingin melihatmu selama 15 hari," kata Rasulullah.
Sahabat itu pun menurut lalu pergi mencari kayu bakar. Dia pun menjual kayu-kayunya kepada orang yang membutuhkan.
Setelah 15 hari berlalu, laki-laki itu datang kepada Rasulullah. Di tangannya sudah ada 10 Dirham, cukup untuk membeli makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya.
Lihat Juga :