Wasiat dan Amalan Zikir Bagi yang Berumur 40 Tahun

Rabu, 29 Desember 2021 - 19:35 WIB
Usia 40 tahun adalah masa di mana seseorang mencapai kematangan dalam hidup. Allah memerintahkan mereka yang berusia 40 tahun untuk lebih banyak beramal mendekatkan diri kepada-Nya. Foto/Ist
Bagi Anda yang telah menginjak 40 tahun ada baiknya menyimak wasiat ulama sufi pengarang Kitab Al-Hikam Syeikh Ibnu Atha'illah berikut. Dalam perspektif Islam, usia 40 merupakan usia yang Allah memberikan janji-Nya dalam Al-Qur'an yaitu kematangan. Umur 40 tahun adalah usia matang untuk bersungguh-sungguh dalam hidup.

Dalam satu hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم pernah bersabda: "Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang".

Berikut wasiat Ulama bernama asli Syekh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atha'illah As-Sakandari:

"Jika engkau telah berusia 40 tahun, maka segeralah untuk memperbanyak amal sholeh siang maupun malam. Sebab, waktu pertemuanmu dengan Allah 'Azza wa Jalla semakin dekat. Ibadah yang kau kerjakan saat ini tidak mampu menyamai ibadah seorang pemuda yang tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Bukankah selama ini kau sia-siakan masa muda dan kekuatanmu. Andaikata saat ini kau ingin beramal sekuat-kuatnya, tenagamu sudah tidak mendukung lagi."

Maka, beramallah sesuai kekuatanmu. Perbaikilah masa lalumu dengan banyak berzikir, sebab tidak ada amal yang lebih mudah dari zikir. Zikir dapat kamu lakukan ketika berdiri, duduk, berbaring maupun sakit. Zikir adalah ibadah yang paling mudah.

Rasulullah bersabda:

وليكن لسانك رطبا بذكر اللّه

"Dan hendaklah lisanmu basah dengan berdzikir kepada Allah. Bacalah secara berkesinambungan doa' dan zikir apa pun yang mudah bagimu. Pada hakikatnya engkau dapat berzikir kepada Allah adalah karena kebaikannya. Dia akan mengaruniamu.

"Ketahuilah, sebuah umur yang awalnya disia-siakan, sayogya sisanya dimanfaatkan. Jika seorang ibu memiliki sepuluh anak dan sembilan di antaranya meninggal dunia. Tentu dia akan lebih mencintai satu-satunya anak yang masih hidup itu. Engkau telah menyia-nyiakan sebahagian besar umurmu, oleh karena itu jagalah sisa umurmu yang sangat sedikit itu.

Demi Allah, sesungguhnya umurmu bukanlah umur yang dihitung sejak engkau lahir, tetapi umurmu adalah umur yang dihitung sejak hari pertama engkau mengenal Allah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!