Kisah Sufi Ajaran Guru Hamadani: Minuman Surgawi Bernama Teh

Sabtu, 01 Januari 2022 - 13:56 WIB
Ketika ditanya, "Apa pula yang kalian lakukan?"

Mereka menjawab, "Teh ini untuk mengobati penyakit tertentu."

Dan begitulah yang terjadi di seluruh dunia. Beberapa orang sebenarnya menanam teh, tetapi tak mengenalinya. Banyak orang pernah mencicipinya, tetapi dikiranya minuman biasa. Orang lain lagi memiliki daun teh dan memujanya. Di luar Cina, hanya sedikit orang yang minum teh, dan mereka ini melakukannya secara tersembunyi.

Baca juga: Kisah Sufi Tarekat Asaaseen: Orang Berjalan di Atas Air

Kemudian, tampilah seorang manusia bijaksana, yang berkata kepada pedagang dan peminum teh, serta yang lainnya, "Siapa yang minum, ia akan tahu. Siapa yang tak minum, ia tak akan tahu. Dari pada kalian berandai-andai tentang minuman surgawi, hidangkanlah teh itu dalam pesta."

"Mereka yang menyukainya akan muncul masa ingin tahu. Yang tidak, berarti mereka bukanlah penggemar teh. Hentikan adu mulut dan tebak-tebakan. Bukalah kedai teh agar orang singgah dan meminumnya."

Teh tersebut dibawa sepanjang Jalur Sutra, dan pedagang yang membawa permata, mutiara, atau sutra, yang beristirahat sejenak, akan membuat teh untuk diminum. Pedagang itu memberikan teh itu kepada orang-orang yang berbagi tenda istirahat dengannya, entah mereka tahu tentang teh atau tidak. Inilah awal mula Chaikhanas, kedai-kedai teh sepanjang Peking hingga Bokhara dan Samarkand. Dan mereka yang meminumnya, tahu.

Pada awalnya, ingatlah bahwa hanya orang yang berlagak bijaksana dan agung yang mencari-cari minuman surgawi tetapi juga berseru, "Tetapi teh ini tak lebih dari sekadar daun kering!", atau "Hoi, orang asing, mengapa kau rebus air ketika yang kuminta adalah minuman surgawi?", atau lagi "Bagaimana saya tahu apa ini?" Katakan padaku, "Di samping warna cairan ini bukan emas, tetapi kuning tua!"

Ketika kebenaran itu nyata, dan saat orang-orang telah mengecap teh tersebut, situasinya berbalik; orang yang mengatakan hal-hal layaknya orang agung dan berpengetahuan ternyata tolol. Dan, kenyataan serupa berlangsung pula pada masa kini.

Idries Shah mengatakan, berbagai macam minuman sering digunakan oleh para bijaksana sebagai alegori untuk pencarian atas pengetahuan yang lebih agung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!