Bahaya Sekterianisme Bikin Perpecahan Umat Semakin Besar

Senin, 03 Januari 2022 - 23:22 WIB
Realita ini sesungguhnya digambarkan dalam Al-Qur'an: "Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Dan janganlah kamu berselisih (berpecah) yang menyebabkan kamu gagal dan kekuatanmu hilang." (Al-Anfal: 46)

Kata "tanaazu" itu sendiri berasal dari kata "naza’a-yanza’u" yang artinya mencabut atau menarik sesuatu. Artinya kata tanaazu' di sini bukan sekedar berselisih paham dalam arti berbeda pandangan. Tapi sebuah sikap yang memecah belah akibat perbedaan yang ada.

Dan karenanya Islam tegas bahwa di satu sisi menghormati perbedaan/keragaman, termasuk perbedaan opini dalam banyak hal adalah hal biasa. Tapi tegas melarang tendensi memecah atau berpecah dari kelompok besar keumatan.

Tentu kata "keumatan" ini dapat dipahami pada tingkatan yang berbeda. Ada keumatan pada tingkat global, tingkat nasional, dan juga pada tataran lokal (komunitas).

Secara global umat ini dengan segala ragam perbedaan yang ada di dalamnya, termasuk perbedaan nasional kenegaraan (nation state), hendaknya tetap menjaga persatuan keumatan secara global. Semua anggota umat terikat oleh satu ikatan ukhuwah imaniyah (innamal mu'minuuna ikhwah).

Secara nasional juga demikian. Bangsa Indonesia dengan "Persatuan Indonesia" pada Pancasila sebagai falsafah negara hendaknya menjadi landasan bagi semua tetap berada dalam berisan kesatuan NKRI.

Demikian halnya pada tataran lokal (Komunitas). Komunitas Muslim di mana saja harus memperhatikan kebersamaan besar (umum) ketimbang kecendeungan-kecenderungan kelompok yang menjadi benih-benih perpecahan di antara anggota Komunitas di lokalitas masing-masing.

Dan kalau kita merujuk kembali ke Surah Al-Anfal: 46 tadi, ketaatan seharusnya menjaga Umat ini dari perpecahan. Dengan sama-sama membangun ketaatan Umat itu akan tetap bersatu. Walau mungkin saja ada perbedaan-perbedaan penafsiran.

Tapi sangat disayangkan justeru seringkali "atas nama ketaatan" terjadi sikap dan prilaku yang cenderung memecah belah dengan pengelompokan-pengelompokan (tafriiq yang melahirkan firqah).

Biasanya sebagian besar anggota Komunitas yang ikut dalam pengelompokan (firqah) itu "innocent" (korban ketidaktahuan) saja. Mereka tidak tahu jika dibalik pengelompokan itu ada pribadi-pribadi egoistik yang berkarakter sektarianis (sectarian).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!