Kisah Jin Membela Rasulullah Ketika Diejek Kafir Quraisy

Rabu, 05 Januari 2022 - 14:33 WIB
Kisah Jin dari Bukit Tursina membela Rasulullah saat diejek kafir Quraisy diceritakan dalam Kitab Al-Mawaidzul Ushfuriyah. Foto ilustrasi/dok aswaja
Keberadaan Jin sebagai makhluk ciptaan Allah tidak berbeda jauh dengan manusia. Golongan mereka sangat beragam. Ada yang muslim, kafir, jenis laki-laki dan perempuan, ada yang berperangai buruk dan ada pula yang baik.

Meski tersembunyi dan kasat mata, Jin dapat dilihat dan berbicara dengan Rasulullah. Dalam satu Hadis, Nabi bersabda: "Sungguh, aku melihat setan-setan Jin dan manusia lari dari Umar." (HR at-Tirmidzi)

Berikut kisah Jin yang membela Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau diejek oleh kaum kafir Quraisy dilansir dari portal islami.co. Sosok Jin ini bernama Muhbar bin Abhar yang tinggal di Bukit Tursina.

Jin Muhbar ini merupakan cucu bangsa Jin yang masuk Islam pada masa Nabi Sulaiman 'alaihissalam. Riwayat lain menyebut Jin ini masuk Islam di masa Nabi Nuh. Demikian disebutkan dalam Kitab Al-Mawaidzul Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-Ushfury.

Ketika tokoh-tokoh kafir Quraisy sedang berkumpul. Mereka membincangkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Nama-nama terkenal seperti Syaibah bin Rabiah, al Walid ibn Haris, Shafwan ibnu Umayyah, Aswad bin Abi Yaghuts, Kinanah Bin Rabbi dan lain sebagainya berkumpul. Salah seorang di antara mereka kemudian berkata: "Muhammad mengajak kita menyembah Tuhan yang tidak kita kenal. Tetapi ia tidak mencela tuhan kita."

" Muhammad sebenarnya menghendaki harta," ucap lainnya. Namun perbincangan kemudian berubah ketika seseorang di antara mereka berkata, "Muhammad sebenarnya penyihir dan pembohong!"

Kemudian di antara mereka bertanya kepada Walid ibn Haris: "Apa pendapatmu wahai Walid?"

"Aku tidak bisa menjawab," katanya singkat.

Mendengar jawaban itu, mereka menuduh Walid sudah terkena ajakan Muhammad. Walid pun berang dan berkata dengan nada marah: "Beri aku tiga hari untuk menjawabnya."

Maka bubarlah perkumpulan itu. Kemudian Walid pulang ke rumahnya. Disebutkan bahwa Walid mempunyai dua berhala yang terbuat dari manikam dan emas. Berhala itu diletakkan di atas kursi dan diberi pakaian asesoris yang mahal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!