Kisah Jin Membela Rasulullah Ketika Diejek Kafir Quraisy
Rabu, 05 Januari 2022 - 14:33 WIB
Walid kemudian sembahyang. Ia tidak makan dan minum. Pada malam ketiga ia berkata kepada dua berhalanya, "Demi penyembahanku tiga hari berturut-turut katakan kepadaku tentang Muhammad ."
Setelah itu tiba-tiba ada yang berkata dari dalam berhala itu, "Muhammad itu bukan Nabi, jangan percaya dia."
Mendengar hal itu Walid girang. Ia tidak tahu kalau ada Jin yang telah masuk ke dalam salah satu berhala. Walid kemudian menceritakan peristiwa ini kepada semua teman kafirnya. "Sudah saatnya kita katakan ini kepada Muhammad," katanya.
Rasulullah SAW mendengar peristiwa tersebut ikut bersedih. Lalu Malaikat Jibril datang dan berkata: "Celakalah yang membuat kata-kata itu wahai Muhammad."
Kemudian kaum kafir meletakkan patung Hubal di suatu tempat. Mereka kemudian menyembahnya. Malam harinya mereka mengundang Rasulullah SAW untuk datang. Rasul pun datang ditemani Abdullah bin Mas’ud.
Lalu Rasul duduk di tengah mereka. Maka masuklah jin yang bernama Musfir ke dalam tubuh Hubal. Ia kemudian mencaci maki Rasulullah. Mendengar itu, Abdullah bin Mas’ud menjadi bingung dan bertanya, "Ngomong apa itu wahai Rasulullah?"
"Wahai Abdullah, jangan takut ini setan," jawab Rasulullah .
Kemudian Rasulullah SAW pulang ke rumah. Namun di tengah perjalanan bertemu dengan seorang penunggang kuda berbaju hijau. Orang tersebut kemudian turun dan memberi salam. "Siapa Anda, alangkah indahnya salam Anda kepadaku," ucap Rasulullah.
"Saya adalah cucu bangsa Jin yang telah masuk Islam pada masa Nabi Sulaiman. Telah lama saya meninggalkan kampung saya. Bertepatan saat saya kembali, saya mendengar anak istri saya menangis. Lalu saya tanya mengapa menangis. Istriku pun menjawab bahwa Musfir telah memperbohongkan Muhammad ."
Jin itu kemudian berkata lagi, "Mendengar hal itu saya kejar dia dan kutemukan di antara Shafa dan Marwah dan aku menikamnya. Darahnya masih ada di pedangku," uncapnya.
Mendengar hal itu Nabi berdoa untuknya. Nabi pun bertanya, "Siapa namamu."
Setelah itu tiba-tiba ada yang berkata dari dalam berhala itu, "Muhammad itu bukan Nabi, jangan percaya dia."
Mendengar hal itu Walid girang. Ia tidak tahu kalau ada Jin yang telah masuk ke dalam salah satu berhala. Walid kemudian menceritakan peristiwa ini kepada semua teman kafirnya. "Sudah saatnya kita katakan ini kepada Muhammad," katanya.
Rasulullah SAW mendengar peristiwa tersebut ikut bersedih. Lalu Malaikat Jibril datang dan berkata: "Celakalah yang membuat kata-kata itu wahai Muhammad."
Kemudian kaum kafir meletakkan patung Hubal di suatu tempat. Mereka kemudian menyembahnya. Malam harinya mereka mengundang Rasulullah SAW untuk datang. Rasul pun datang ditemani Abdullah bin Mas’ud.
Lalu Rasul duduk di tengah mereka. Maka masuklah jin yang bernama Musfir ke dalam tubuh Hubal. Ia kemudian mencaci maki Rasulullah. Mendengar itu, Abdullah bin Mas’ud menjadi bingung dan bertanya, "Ngomong apa itu wahai Rasulullah?"
"Wahai Abdullah, jangan takut ini setan," jawab Rasulullah .
Kemudian Rasulullah SAW pulang ke rumah. Namun di tengah perjalanan bertemu dengan seorang penunggang kuda berbaju hijau. Orang tersebut kemudian turun dan memberi salam. "Siapa Anda, alangkah indahnya salam Anda kepadaku," ucap Rasulullah.
"Saya adalah cucu bangsa Jin yang telah masuk Islam pada masa Nabi Sulaiman. Telah lama saya meninggalkan kampung saya. Bertepatan saat saya kembali, saya mendengar anak istri saya menangis. Lalu saya tanya mengapa menangis. Istriku pun menjawab bahwa Musfir telah memperbohongkan Muhammad ."
Jin itu kemudian berkata lagi, "Mendengar hal itu saya kejar dia dan kutemukan di antara Shafa dan Marwah dan aku menikamnya. Darahnya masih ada di pedangku," uncapnya.
Mendengar hal itu Nabi berdoa untuknya. Nabi pun bertanya, "Siapa namamu."
Lihat Juga :