Selain Puasa, Saatnya Menambang Pahala di Bulan Ramadhan
Kamis, 23 April 2020 - 13:13 WIB
Menjalankan ritual puasa sesuai dengan sunnah Rasul. Ilustrasi: SINDOnews
Marhaban ya Ramadhan. Ramadhan sudah di depan pintu. Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat Awal Ramadhan 1441 H pada malam ini. Insya Allah, pada Jumat 24 April 2020 sudah memasuki 1 Ramadhan 1441 H. Dengan begitu, mulai subuh nanti umat Islam sudah mulai berpuasa.
Bulan Ramadhan akan menjadi bulan menambang pahala serta membersihkan diri dari dosa-dosa. Selain puasa, umat Islam akan melakukan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Ritual puasa pun dijalankan sesuai dengan sunnah Rasul.
Muhammad Ajib, Lc, MA, dalam buku Fiqih Puasa Versi Madzhab Syafi’i memaparkan sunnah-sunnah yang mengiringi ritual puasa menjadi dianjurkan untuk dikerjakan. Di antara yang termasuk kesunnahan dalam puasa adalah sebagai berikut:
Mengakhirkan Sahur
Disunnahkan ketika hendak puasa untuk makan sahur terlebih dahulu. Walaupun sahurnya hanya dengan seteguk air tetap mendapatkan kesunnahan puasa. Hal ini berdasar hadis, Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
”Makan sahurlah, karena pada sahur itu ada keberkahan”. (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu juga disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur hingga mendekati waktu subuh. "Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu’ Nabi SAW bersabda: ”Umatku senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur”. (HR. Ahmad)
Menyegerakan Berbuka
Ketika sudah azan maghrib maka disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Makruh hukumnya jika sampai menunda buka puasa hingga waktu malam hari. Dalam hal ini Nabi SAW bersabda: Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu’, ”Umatku senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur”. (HR. Ahmad)
Bulan Ramadhan akan menjadi bulan menambang pahala serta membersihkan diri dari dosa-dosa. Selain puasa, umat Islam akan melakukan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Ritual puasa pun dijalankan sesuai dengan sunnah Rasul.
Muhammad Ajib, Lc, MA, dalam buku Fiqih Puasa Versi Madzhab Syafi’i memaparkan sunnah-sunnah yang mengiringi ritual puasa menjadi dianjurkan untuk dikerjakan. Di antara yang termasuk kesunnahan dalam puasa adalah sebagai berikut:
Mengakhirkan Sahur
Disunnahkan ketika hendak puasa untuk makan sahur terlebih dahulu. Walaupun sahurnya hanya dengan seteguk air tetap mendapatkan kesunnahan puasa. Hal ini berdasar hadis, Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
”Makan sahurlah, karena pada sahur itu ada keberkahan”. (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu juga disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur hingga mendekati waktu subuh. "Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu’ Nabi SAW bersabda: ”Umatku senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur”. (HR. Ahmad)
Menyegerakan Berbuka
Ketika sudah azan maghrib maka disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Makruh hukumnya jika sampai menunda buka puasa hingga waktu malam hari. Dalam hal ini Nabi SAW bersabda: Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu’, ”Umatku senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur”. (HR. Ahmad)
Lihat Juga :