Gempa Bumi dalam Perspektif Al-Qur'an, Berikut 3 Hikmahnya
Jum'at, 14 Januari 2022 - 20:50 WIB
Artinya, musibah terjadi karena dosa dan perbuatan buruk manusia. Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an:
وَمَاۤ اَصَابَكُمۡ مِّنۡ مُّصِيۡبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِيۡكُمۡ وَيَعۡفُوۡا عَنۡ كَثِيۡرٍؕ
"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syura: 30)
Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah mengampuni sebagian besar dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat hamba-Nya sebagai satu rahmat besar yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya. Sebab kalau tidak, niscaya manusia akan dihancurkan sesuai dengan timbunan dosa yang telah diperbuat mereka. Di ayat lain, Allah berfirman: "Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri...." (QS an-Nisa: 79)
2. Musibah Tidak Terjadi Kecuali Atas Izin Allah
Allah menerangkan apa yang menimpa manusia, baik kenikmatan dunia maupun siksa adalah qadha' dan qadar, sesuai kehendak-Nya.
مَاۤ اَصَابَ مِنۡ مُّصِيۡبَةٍ اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰهِؕ وَمَنۡ يُّؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ يَهۡدِ قَلۡبَهٗؕ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ
"Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At-Taghabun Ayat 11)
3. Musibah Bertujuan untuk Menempa Manusia
Ketika diberi ujian musibah, manusia tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Justru musibah hendaknya menjadikan kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
وَمَاۤ اَصَابَكُمۡ مِّنۡ مُّصِيۡبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِيۡكُمۡ وَيَعۡفُوۡا عَنۡ كَثِيۡرٍؕ
"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syura: 30)
Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah mengampuni sebagian besar dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat hamba-Nya sebagai satu rahmat besar yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya. Sebab kalau tidak, niscaya manusia akan dihancurkan sesuai dengan timbunan dosa yang telah diperbuat mereka. Di ayat lain, Allah berfirman: "Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri...." (QS an-Nisa: 79)
2. Musibah Tidak Terjadi Kecuali Atas Izin Allah
Allah menerangkan apa yang menimpa manusia, baik kenikmatan dunia maupun siksa adalah qadha' dan qadar, sesuai kehendak-Nya.
مَاۤ اَصَابَ مِنۡ مُّصِيۡبَةٍ اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰهِؕ وَمَنۡ يُّؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ يَهۡدِ قَلۡبَهٗؕ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ
"Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At-Taghabun Ayat 11)
3. Musibah Bertujuan untuk Menempa Manusia
Ketika diberi ujian musibah, manusia tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Justru musibah hendaknya menjadikan kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Lihat Juga :