Takdir Manusia di Lauhul Mahfuzh dan Doa Umar Bin Khattab
Minggu, 23 Januari 2022 - 20:37 WIB
Diceritakan bahwa Ka'ab berkata kepada Umar bin Khattab: "Wahai Amirul Mukminin, seandainya tidak ada suatu ayat dalam Kitabullah (Al-Qur'an), tentulah aku akan menceritakan kepadamu apa yang akan terjadi sampai hari Kiamat." Umar bertanya: "Ayat apakah itu?" Ka'ab menjawab bahwa ayat itu adalah firman Allah yang mengatakan: "Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki." (Ar-Ra'd: 39), hingga akhir ayat.
Dari pendapat di atas ditarik kesimpulan bahwa takdir itu dapat dihapus oleh Allah menurut apa yang Dia kehendaki. Pendapat ini berpegang kepada Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
عَنْ ثَوْبَان قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إن الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبه، وَلَا يَرُدُّ القَدَر إِلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمُرِ إِلَّا الْبِرُّ
Dari Tsauban yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Sesungguhnya seorang lelaki benar-benar terhalang dari rezekinya disebabkan dosa yang dikerjakannya, dan tiada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tiada yang dapat menambah usia kecuali perbuatan baik." (HR Ahmad)
Imam an-Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama disebutkan bahwa silaturrahim menambah usia. Dalam hadis lainnya disebutkan:
إِنَّ الدُّعَاءَ وَالْقَضَاءَ لَيَعْتَلِجَانِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
"Sesungguhnya doa dan qada (takdir), kedua-duanya benar-benar saling tolak menolak di antara langit dan bumi."
Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah mempunyai Lauhul Mahfuzh yang besarnya sejauh perjalanan 500 tahun, terbuat dari batu permata (intan) putih yang mempunyai dua penyanggah terbuat dari yaqut. Setiap hari Allah memeriksanya sebanyak 360 kali pemeriksaan. Dia menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang dikehendaki, di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.
Abu Darda mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda:
[إن الله] يَفْتَحُ الذِّكْرَ فِي ثَلَاثِ سَاعَاتٍ يَبْقَيْنَ مِنَ اللَّيْلِ، فِي السَّاعَةِ الْأُولَى مِنْهَا يَنْظُرُ فِي الذِّكْرِ الَّذِي لَا يَنْظُرُ فِيهِ أَحَدٌ غَيْرُهُ، فَيَمْحُو مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ
Dari pendapat di atas ditarik kesimpulan bahwa takdir itu dapat dihapus oleh Allah menurut apa yang Dia kehendaki. Pendapat ini berpegang kepada Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
عَنْ ثَوْبَان قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إن الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبه، وَلَا يَرُدُّ القَدَر إِلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمُرِ إِلَّا الْبِرُّ
Dari Tsauban yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Sesungguhnya seorang lelaki benar-benar terhalang dari rezekinya disebabkan dosa yang dikerjakannya, dan tiada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tiada yang dapat menambah usia kecuali perbuatan baik." (HR Ahmad)
Imam an-Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama disebutkan bahwa silaturrahim menambah usia. Dalam hadis lainnya disebutkan:
إِنَّ الدُّعَاءَ وَالْقَضَاءَ لَيَعْتَلِجَانِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
"Sesungguhnya doa dan qada (takdir), kedua-duanya benar-benar saling tolak menolak di antara langit dan bumi."
Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah mempunyai Lauhul Mahfuzh yang besarnya sejauh perjalanan 500 tahun, terbuat dari batu permata (intan) putih yang mempunyai dua penyanggah terbuat dari yaqut. Setiap hari Allah memeriksanya sebanyak 360 kali pemeriksaan. Dia menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang dikehendaki, di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.
Abu Darda mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda:
[إن الله] يَفْتَحُ الذِّكْرَ فِي ثَلَاثِ سَاعَاتٍ يَبْقَيْنَ مِنَ اللَّيْلِ، فِي السَّاعَةِ الْأُولَى مِنْهَا يَنْظُرُ فِي الذِّكْرِ الَّذِي لَا يَنْظُرُ فِيهِ أَحَدٌ غَيْرُهُ، فَيَمْحُو مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ
Lihat Juga :