Pandangan Ulama tentang Kemuliaan Rajab
Jum'at, 04 Februari 2022 - 23:52 WIB
Para ulama mengatakan Rajab adalah bulan Allah yang layak dihormati dan dimuliakan. Foto/Ist
Rajab adalah bulan terbaik melakukan ketaatan dan memperbaharui taubat kepada Allah sebelum datangnya bulan suci Ramadhan. Para ulama Salaf terdahulu apabila memasuki Rajab mereka sangat senang berpuasa dan menghidupkan sedekah.
Semua ulama tidak ada yang mengingkari keutamaan Rajab sebagai bulan-bulan haram (Asyhurul Hurum) yang harus diagungkan. Al-Qodhi Abu Ya'la rahimahullah berkata: "Dinamakan bulan haram karena dua makna yaitu: Pada bulan itu diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Pada bulan itu larangan melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan." (Lihat Zaadul Masiir, Tafsir Surat At-Taubah Ayat 36)
Ulama Yaman Al-Habib Umar Bin Hafizh berkata Rajab adalah bulan penuh keberkahan. Fakta bahwa Rajab adalah bulan Allah berarti layak dihormati. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga sangat menghormati bulan ini. Ketika Rajab datang, beliau berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا في رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنا رَمَضَانَ
"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan kami kepada Ramadhan."
Imam Al-Suyuti berkata bahwa Nabi pernah bersabda: "Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku". Rajab disebut sebagai kunci dari bulan-bulan terbaik yang datang mengikuti sesudahnya.
Abu Bakar Al-Warraq menggambarkan Rajab dengan Kalam berikut: "Di bulan Rajab kamu menanam bibitnya, di bulan Sya'ban kamu merawat dan menyiraminya dan di bulan Ramadhan waktunya panen."
Beliau juga berkata: "Rajab seperti angin, Sya'ban adalah awan mendung, dan Ramadhan adalah hujannya."
Keistimewaan Rajab
Disebutkan, pada Bulan Rajab kedua orang tua Baginda Rasulullah melangsungkan pernikahan dan di bulan yang sama ibunda Sayyidah Aminah mengandung janin manusia terbaik yang pernah diciptakan Allah yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW.
Semua ulama tidak ada yang mengingkari keutamaan Rajab sebagai bulan-bulan haram (Asyhurul Hurum) yang harus diagungkan. Al-Qodhi Abu Ya'la rahimahullah berkata: "Dinamakan bulan haram karena dua makna yaitu: Pada bulan itu diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Pada bulan itu larangan melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan." (Lihat Zaadul Masiir, Tafsir Surat At-Taubah Ayat 36)
Ulama Yaman Al-Habib Umar Bin Hafizh berkata Rajab adalah bulan penuh keberkahan. Fakta bahwa Rajab adalah bulan Allah berarti layak dihormati. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga sangat menghormati bulan ini. Ketika Rajab datang, beliau berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا في رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنا رَمَضَانَ
"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan kami kepada Ramadhan."
Imam Al-Suyuti berkata bahwa Nabi pernah bersabda: "Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku". Rajab disebut sebagai kunci dari bulan-bulan terbaik yang datang mengikuti sesudahnya.
Abu Bakar Al-Warraq menggambarkan Rajab dengan Kalam berikut: "Di bulan Rajab kamu menanam bibitnya, di bulan Sya'ban kamu merawat dan menyiraminya dan di bulan Ramadhan waktunya panen."
Beliau juga berkata: "Rajab seperti angin, Sya'ban adalah awan mendung, dan Ramadhan adalah hujannya."
Keistimewaan Rajab
Disebutkan, pada Bulan Rajab kedua orang tua Baginda Rasulullah melangsungkan pernikahan dan di bulan yang sama ibunda Sayyidah Aminah mengandung janin manusia terbaik yang pernah diciptakan Allah yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW.
Lihat Juga :