10 Karomah Sayyidina Umar Bin Khattab (1)

Selasa, 16 Juni 2020 - 06:10 WIB
Diceritakan bahwa Umar bin Khattab mengangkat Sariyah bin Zanim al-Khalji sebagai panglima perang kaum muslimin ketika menyerang Persia. Di Gerbang Nihawan, Sariyah dan pasukannya terdesak karena jumlah pasukan musuh yang sangat banyak, sehingga pasukan muslim hampir kalah. Sementara di Madinah, Umar naik ke atas mimbar dan berkhutbah. Di tengah khutbahnya, Umar berseru dengan suara lantang: "Hai Sariyah, berlindunglah ke gunung. Barangsiapa menyuruh serigala untuk menggembalakan kambing, maka ia telah berlaku zalim!" Allah membuat Sariyah dan seluruh pasukannya yang ada di Gerbang Nihawan dapat mendengar suara Umar di Madinah. Maka pasukan muslimin berlindung ke gunung, dan berkata, "Itu suara Khalifah Umar ". Akhirnya mereka selamat dan mendapatkan kemenangan.

Al-Taj al-Subki menjelaskan bahwa ayahnya (Taqiyuddin al-Subki) menambahkan cerita di atas. Pada saat itu, Ali menghadiri khutbah Umar lalu ia ditanya, "Apa maksud perkataan Khalifah Umar barusan dan di mana Sariyah sekarang?" Ali menjawab, "Doakan saja Sariyah. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya." Dan setelah kejadian yang dialami Sariyah dan pasukannya diketahui umat muslimin di Madinah, maksud perkataan Umar di tengah-tengah khutbahnya tersebut menjadi jelas.

Menurut al Taj al-Subki, Khalifah Umar tidak bermaksud menunjukkan karamahnya. Tetapi Allah-lah yang menampakkan karamahnya, sehingga pasukan muslimin di Nihawan dapat melihatnya dengan mata telanjang, seolah-olah Umar menampakkan diri secara nyata di hadapan mereka dan meninggalkan majelisnya di Madinah, sementara seluruh pancaindranya merasakan bahaya yang menimpa pasukan muslimin di Nihawan. Sariyah berbicara dengan Umar seakan-akan sedang bersamanya.

4. Menghentikan Goncangan Bumi Saat Terjadi Gempa.

Dalam Kitab al-Syamil, Imain al-Haramain menceritakan Karamah Umar ketika terjadi gempa bumi pada masa pemerintahannya. Ketika itu, Umar mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah, padahal bumi bergoncang begitu menakutkan. Kemudian Umar memukul bumi dengan kantong tempat susu sambil berkata: "Tenanglah wahai bumi, bukankah aku telah berlaku adil kepadamu." Bumi kembali tenang saat itu juga. Menurut Imam al-Haramain, pada hakikatnya Umar adalah Amirul Mmukminin secara lahir dan batin juga sebagai khalifah Allah bagi bumi-Nya dan bagi penduduk bumi-Nya. Sehingga Umar mampu memerintahkan dan menghentikan gerakan bumi, sebagaimana ia menegur kesalahan-kesalahan penduduk bumi.

5. Mengalirkan Sungai Nil Saat Dilanda Kekeringan.

Imam al-Haramain mengemukakan ketika sungai Nil tidak mengalir, penduduk Mesir melakukan ritual jahiliyah dengan melemparkan seorang perawan ke dalam sungai tersebut setiap tahunnya. Penduduk Mesir melaporkan hal itu kepada 'Amr bin Ash yang saat itu menjabat gubernur Mesir. Kemudian 'Amr bin Ash berkata kepada mereka, "Sesungguhnya hal ini tidak boleh dilakukan karena Islam telah menghapus tradisi tersebut." Kala itu penduduk Mesir mengalami penderitaan selama tiga bulan karena mengeringnya sungai Nil.

'Amr menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk menceritakan peristiwa itu. Kemudian Umar membalas surat tersebut dan menyatakan: "Engkau benar bahwa Islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku mengirim secarik kertas untukmu, lemparkanlah kertas itu ke sungai Nil," Kemudian 'Amr membuka kertas itu sebelum melemparnya ke sungai Nil. Ternyata kertas itu berisi tulisan Khalifah Umar untuk sungai Nil di Mesir yang menyatakan: "Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir".

Kemudian 'Amr melempar kertas itu ke sungai Nil. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk pindah meninggalkan Mesir. Pagi harinya, Allah Ta'ala mengalirkan sungai Nil enam belas hasta dalam semalam. (Baca Juga: Karomah Abu Bakar Shiddiq yang Tidak Diketahui Banyak Orang )

(bersambung)
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!