Fenomena Anak Durhaka, Orang Tua harus Bermuhasabah Diri

Senin, 21 Maret 2022 - 19:10 WIB
Karena itu, ada peringatan untuk orang tua, jika engkau memberikan sesuatu kepada anak yang satu, maka berikanlah sesuatu yang sama kepada anakmu yang lain. Baik laki-laki maupun perempuan. Jangan engkau beda-bedakan. Jangan engkau tanam sendiri benih-benih kedurhakaan dan kebencian di hati anak-anak yang tidak engkau berikan.

Ingatlah selalu nasihat para ahli hikmah al-‘uqūq lā yamna’ minal huqūq yang artinya, sikap buruk anak jangan sampai menghalangi mereka mendapatkan hak-hak mereka.

"Karena sungguh anak yang buruk perangai ibarat orang sakit yang butuh obat agar ia sembuh. Jika tidak engkau berikan atau engkau beda-bedakan maka pasti ia akan bertambah benci dan durhaka kepadamu. Hingga akhirnya ia akan memutus tali silaturami darimu. Dan yang terpenting perbuatan membeda-bedakan dalam pemberian kepada anak ini merupakan perbuatan dosa besar yang harus dijauhi. Sehingga kedurhakaan anak tidak menjadi-jadi,"papar Ustadz Nofriyanto.

Untuk itu, orang tua harus menjadikan anak-anaknya sebagai rekan dalam beramal dan bekerja, dan tunaikan hak-hak mereka. Karena jika tidak, mereka nantinya akan mendurhakai kita. "Selaku orang tua, kita tidak ada daya upaya selain meminta pertolongan kepada Allah agar diberi taufiq dan ‘inayah-Nya. Lā haula wa lā quwwata illā billāhi al-‘aliyyi al-‘azhīm,"pungkasnya.



Wallahu A'lam
(wid)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Allah 'azza wajalla telah berfirman: Setiap amal anak Adam adalah teruntuk baginya kecuali puasa. Puasa itu adalah bagi-Ku, dan Akulah yang akan memberinya pahala.  Dan puasa itu adalah perisai. Apabila kamu puasa, maka janganlah kamu merusak puasamu dengan rafats, dan jangan pula menghina orang. Apabila kamu dihina orang atau pun diserang, maka katakanlah, 'Sesungguhnya saya sedang berpuasa.'  Demi Allah, yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak daripada wanginya kesturi. Dan bagi mereka yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Ia merasa senang saat berbuka lantaran puasanya, dan senang pula saat berjumpa dengan Rabbnya juga karena puasanya.

(HR. Muslim No. 1944)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More