600.000 Orang Tewas di Tangan Panglima Perang Abbasiyah Abu Muslim Al-Khurasani
Rabu, 23 Maret 2022 - 18:43 WIB
Dalam mencela dan mencemooh Daulah Umayyah atau Dinasti Marwan, para juru dakwah Bani Abbasiyah menggunakan hadis-hadis yang mereka sandarkan kepada Rasulullah, padahal tidak dikenal sanadnya.
"Senjata itulah yang mampu menitis pada relung jiwa yang paling dalam sehingga sangat mempengaruhi orang yang terkena olehnya," tulis Syaikh Muhammad Al-Khudari.
Orang-orang itu memilih sebuah daerah yang menjadi medan pertama bagi berkembangnya kaum Syiah dan kecintaan terhadap Ahlul Bait. Daerah yang dimaksud adalah Kufah dan Khurasan.
Pada masa lalu, wilayah ini banyak memberikan dukungan kepada Ali bin Abi Thalib dan mereka bangkit untuk membalas dendam atas gugurnya Al-Husain bin Ali, dan bersungguh-sungguh dalam mendukung Al-Husain dan putranya, Yahya.
Menurut Syaikh Muhammad Al-Khudari, orang-orang itu tidak mendapatkan kesempatan tersebut, kecuali memanfaatkannya. Kemudian mereka memilih daerah Khurasan sebagai basis pertahanan kekuatan mereka. Dalam hal ini, mereka mengemukakan beberapa hadis dan membiasakan jiwa penduduknya dengannya.
Baca juga: Nenek Moyang Dinasti Abbasiyah: Abdullah Berjuluk Juru Bicara Al-Qur'an
Warisan
Syaikh Muhammad Al-Khudari mengatakan orang-orang Persia yang masuk Islam lebih mudah terpengaruh dengan pandangan kaum Syiah karena mereka tidak membedakan antara kekhalifahan dengan kerajaan.
Penguasa atau raja menurut mereka dapat diperoleh melalui warisan secara turun temurun, yang merupakan anugerah yang dilimpahkan Allah SWT kepada keluarga penguasa.
Orang yang menentangnya, dianggap melawannya sehingga berhak mendapatkan kemurkaan dan kutukan. "Apabila dilontarkan kepada mereka dalam sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan mengenai ajaran-ajaran yang menyatakan bahwa Bani Umayyah mencuri dan merampas hak Ahlul Bait, maka mereka akan mudah menerimanya," ujar Syaikh Muhammad Al-Khudari.
Mereka pun meyakini bahwa Bani Umayyah harus diperangi dan merebut hak suci ini dari tangan mereka. Karena itu, di antara pesan-pesan yang dilontarkan dan menjadi pilar dan poin-poin pokok kebijakan dakwah Bani Abbasiyah antara lain, “Jika Anda mampu untuk tidak membiarkan orang-orang Arab di Khurasan tetap hidup, maka lakukanlah.”
Inilah salah satu pesan yang disampaikan tanpa mempertimbangkan dampak-dampaknya dalam waktu lama melainkan hanya mempertimbangkan kepentingan sesaat.
"Senjata itulah yang mampu menitis pada relung jiwa yang paling dalam sehingga sangat mempengaruhi orang yang terkena olehnya," tulis Syaikh Muhammad Al-Khudari.
Orang-orang itu memilih sebuah daerah yang menjadi medan pertama bagi berkembangnya kaum Syiah dan kecintaan terhadap Ahlul Bait. Daerah yang dimaksud adalah Kufah dan Khurasan.
Pada masa lalu, wilayah ini banyak memberikan dukungan kepada Ali bin Abi Thalib dan mereka bangkit untuk membalas dendam atas gugurnya Al-Husain bin Ali, dan bersungguh-sungguh dalam mendukung Al-Husain dan putranya, Yahya.
Menurut Syaikh Muhammad Al-Khudari, orang-orang itu tidak mendapatkan kesempatan tersebut, kecuali memanfaatkannya. Kemudian mereka memilih daerah Khurasan sebagai basis pertahanan kekuatan mereka. Dalam hal ini, mereka mengemukakan beberapa hadis dan membiasakan jiwa penduduknya dengannya.
Baca juga: Nenek Moyang Dinasti Abbasiyah: Abdullah Berjuluk Juru Bicara Al-Qur'an
Warisan
Syaikh Muhammad Al-Khudari mengatakan orang-orang Persia yang masuk Islam lebih mudah terpengaruh dengan pandangan kaum Syiah karena mereka tidak membedakan antara kekhalifahan dengan kerajaan.
Penguasa atau raja menurut mereka dapat diperoleh melalui warisan secara turun temurun, yang merupakan anugerah yang dilimpahkan Allah SWT kepada keluarga penguasa.
Orang yang menentangnya, dianggap melawannya sehingga berhak mendapatkan kemurkaan dan kutukan. "Apabila dilontarkan kepada mereka dalam sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan mengenai ajaran-ajaran yang menyatakan bahwa Bani Umayyah mencuri dan merampas hak Ahlul Bait, maka mereka akan mudah menerimanya," ujar Syaikh Muhammad Al-Khudari.
Mereka pun meyakini bahwa Bani Umayyah harus diperangi dan merebut hak suci ini dari tangan mereka. Karena itu, di antara pesan-pesan yang dilontarkan dan menjadi pilar dan poin-poin pokok kebijakan dakwah Bani Abbasiyah antara lain, “Jika Anda mampu untuk tidak membiarkan orang-orang Arab di Khurasan tetap hidup, maka lakukanlah.”
Inilah salah satu pesan yang disampaikan tanpa mempertimbangkan dampak-dampaknya dalam waktu lama melainkan hanya mempertimbangkan kepentingan sesaat.
Lihat Juga :