Ceramah Gus Baha Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Rabu, 27 April 2022 - 03:30 WIB
Artinya: "Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an..." (QS. Al-Baqarah: 185)
Jadi, hal itu menunjukkan semua Ramadhan. Oleh karena itu, ada ulama yang menganggap mulai tanggal 1. Karena Nabi berkata begini: "Carilah dengan sungguh-sungguh pada tanggal 10 akhir."
Berarti ada yang mencari tidak terlalu sungguh-sungguh tapi mulai pertama. Kalau kamu mencari sungguh-sungguh mulai tanggal 21, berarti itu dihitung permulaan. Berarti dihitung belum sungguh-sungguh. Saya ulangi ya. Yang disebut sungguh-sungguh itu klimaks mulai tanggal 1.
Kalau kamu mencari sungguh-sungguh mulai tanggal 21, kata Malaikat, "Lho kok baru mencari sekarang?" Berarti dianggap pemula kan? Oleh karena itu tidak dapat (Lailatul Qadar), masalahnya pemula. Orang lainnya sudah waktunya mulai sudah waktunya dapat, kamu baru mencari.
Lah saya sudah mulai tanggal 1, saya baca Kitab Arba'in Nawawi khatam, baca Al-Qur'an khatam, kemarin tanggal 17 saya berdoa. Jadi potensi dapat saya lebih tinggi. Nah, kamu kan baru mulai tadi kan? Berarti kan tidak terlalu sungguh-sungguh, karena baru mulai. Jadi diumumkan pas tanggal 1 Ramadhan, kamu tidur.
Pada saat tanggal 20 Ramadhan mulai sungguh-sungguh. Jika diibaratkan balapan, kan sudah kalah banyak. Membaca hadis itu dijiwai. Nabi itu berkata "sungguh-sungguh". Sungguh-sungguh itu tanggal 21. Tidak ada riwayat, "Harus dicari di tanggal 21, dari tanggal 1 rugi kan kira-kiranya tanggal 21".
Adakah Nabi berkata begitu? Apa ada hadisnya? Tidak ada. Teksnya:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ
Kalau Nuzulul Qur'an itu memang (malam) 17. Sebab, 17 itu pas perang badar.
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ
Artinya: "….dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Al-Anfal: ayat 41)
Jadi, hal itu menunjukkan semua Ramadhan. Oleh karena itu, ada ulama yang menganggap mulai tanggal 1. Karena Nabi berkata begini: "Carilah dengan sungguh-sungguh pada tanggal 10 akhir."
Berarti ada yang mencari tidak terlalu sungguh-sungguh tapi mulai pertama. Kalau kamu mencari sungguh-sungguh mulai tanggal 21, berarti itu dihitung permulaan. Berarti dihitung belum sungguh-sungguh. Saya ulangi ya. Yang disebut sungguh-sungguh itu klimaks mulai tanggal 1.
Kalau kamu mencari sungguh-sungguh mulai tanggal 21, kata Malaikat, "Lho kok baru mencari sekarang?" Berarti dianggap pemula kan? Oleh karena itu tidak dapat (Lailatul Qadar), masalahnya pemula. Orang lainnya sudah waktunya mulai sudah waktunya dapat, kamu baru mencari.
Lah saya sudah mulai tanggal 1, saya baca Kitab Arba'in Nawawi khatam, baca Al-Qur'an khatam, kemarin tanggal 17 saya berdoa. Jadi potensi dapat saya lebih tinggi. Nah, kamu kan baru mulai tadi kan? Berarti kan tidak terlalu sungguh-sungguh, karena baru mulai. Jadi diumumkan pas tanggal 1 Ramadhan, kamu tidur.
Pada saat tanggal 20 Ramadhan mulai sungguh-sungguh. Jika diibaratkan balapan, kan sudah kalah banyak. Membaca hadis itu dijiwai. Nabi itu berkata "sungguh-sungguh". Sungguh-sungguh itu tanggal 21. Tidak ada riwayat, "Harus dicari di tanggal 21, dari tanggal 1 rugi kan kira-kiranya tanggal 21".
Adakah Nabi berkata begitu? Apa ada hadisnya? Tidak ada. Teksnya:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ
Kalau Nuzulul Qur'an itu memang (malam) 17. Sebab, 17 itu pas perang badar.
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ
Artinya: "….dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Al-Anfal: ayat 41)
Lihat Juga :