Kisah Keikhlasan dan Kebersihan Hati Umar bin Khattab yang Berjuluk Al-Faruq

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:30 WIB
Tidak heran jika orang yang sudah demikian rupa keadaannya dan zuhudnya akan sangat dihargai dan dihormati oleh semua umat Islam lepas dari wataknya yang begitu keras dan tegar.

Ia juga sangat dicintai dan dihargai oleh Rasulullah sehingga ia memanggilnya dengan Saudaraku. Pernah Umar meminta izin kepadanya akan melaksanakan umrah. Nabi mengizinkan dengan mengatakan: "Saudaraku, jangan lupakan kami dalam doa Anda."

Setiap Umar ingat akan kata-kata ini ia berkata: "Sejak terbit matahari kata ‘Saudaraku’, inilah yang saya senangi."

Baca juga: Kisah Pertentangan Politik Abu Bakar dengan Umar bin Khattab yang Paling Menonjol

Lidah dan Hati Umar

Keikhlasan dan kebersihan hati dari segala hawa nafsu serta cintanya pada keadilan, itulah yang membuat gelar "al-Faruq" melekat padanya. Hanya saja, menurut Haekal, belum terdapat kata sepakat siapa yang menamakan Umar al-Faruq. Ketika ditanya mengenai hal ini menurut sumber dari Aisyah ketika ditanya ia berkata: "Nabi SAW".

Disebutkan bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Allah menempatkan kebenaran di lidah dan di hati Umar. Dialah al-Faruq" ("Pemisah"), yang memisahkan antara yang hak dengan yang batil."

Dalam at-Tabaqat Ibn Sa'd mengutip sebuah ungkapan berikut rujukannya sebagai berikut: "Saya mendapat kabar bahwa yang pertama kali mengatakan Umar al-Faruq Ahli Kitab. Kaum Muslimin menggunakan sebutan itu dari kata-kata mereka. Belum ada suatu berita yang kami terima bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengatakan itu."

Mana pun yang benar dari sumber-sumber tersebut, yang tak dapat diragukan lagi Umar adalah seorang Faruq — yang memisahkan antara yang hak dengan yang batil. Dan inilah yang mengabadikan nama al-Faruq sepanjang sejarah, yang melekat pada Umar sampai sekarang, dan akan tetap demikian selamanya.

Mengenai sikapnya yang begitu keras dan tegas itu pulalah, menurut Haekal, maka Nabi lebih mengutamakan Abu Bakar. Selain Abu Bakar tak ada orang yang lebih diutamakan, karena keikhlasannya, keterusterangannya, keteguhan hati serta kebijakannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!