Kiamat Sudah Dekat, Dajjal Sudah Muncul di Masa Nabi?

Sabtu, 25 April 2020 - 17:45 WIB
Rasulullah SAW berkata padanya, “Apakah kau percaya bahwa aku ini utusan Tuhan?” Dia berkata, “Hanya jika kau percaya bahwa akulah utusan Tuhan.” Dia berlaku agak sombong dengan berkata, “Akulah yang utusan Tuhan.” Rasulullah SAW berdiri dan pergi.

Umar bin Khattab bertanya, “Apa artinya Ad-Dukh? Kata apakah yang kau sembunyikan dalam dirimu? ”

Beliau bersabda, “Aku menyembunyikan kata Ad-Dukhan.”

Ad-Dukhan artinya, “asap atau kabut” dan anak itu menebak separuh darinya.

Di dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bahkan meminta kepada Ibnu Sayyad untuk menebak apa yang ada di dalam isi hati beliau. (Ketika itu, ulama menyebutkan jika Nabi SAW baru menerima wahyu tentang QS ad-Dukhan). Ibnu Shayyad berkata, "Huwaddukhkhu Qala." Nabi SAW pun menjawab, “Celaka kamu. Kamu tidak akan mempunyai kemampuan (untuk mengetahuinya).”

Rasulullah SAW pun melanjutkan pertanyaannya. “Apa yang kau lihat? Dia menjawab, “Aku melihat singgasana di atas air." Rasulullah SAW bersabda, “Kau melihat singgasana iblis di atas laut.” Beliau bertanya kembali, "Apa yang kau lihat?" Dia menjawab, “Dua orang yang jujur dan seorang pendusta atau dua orang pendusta dan seorang yang jujur." Rasulullah kemudian bersabda, “Dia dikaburkan matanya. Biarkanlah dia.”

Dalam hadis lainnya yang juga diriwayatkan Imam Muslim, Umar lantas spontan berkata, “Wahai Rasulullah. Biarkan aku memenggal lehernya.”

Nabi SAW lantas berkata kepada Umar, "Jika dia benar (Dajjal), kamu tidak akan dapat mengetahuinya dan jika dia bukan (Dajjal), tidak ada kebaikan untukmu membunuhnya." (HR Bukhari dan Muslim).

Masuk Islam

Safi ibn Sayyad akhirnya tumbuh besar, dan dia tinggal di Madinah. Dia pada akhirnya masuk Islam dan dia menikah. Dia punya sekitar 10 anak. Dan para sahabat selalu menghindarinya, karena mereka tidak merasa nyaman berada di dekatnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!