4 Batasan Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib
Jum'at, 24 Juni 2022 - 13:40 WIB
Efek positif dari rasa takut ini, maka akan muncul sikap hati-hati dalam berbuat, sehingga perbuatan kita tidak akan seenaknya, namun akan penuh pertimbangan.
2. Tadabbur Al-Qur'an.
Tadabbur artinya membaca Al-Quran disertai dengan memahami isinya. Al-Quran berisi pedoman dan petunjuk hidup, maka agar hidup ini selaras dan sesuai dengan kehendak Allah, salah satu caranya adalah dengan mengikuti petunjuk dari Al-Quran.
3. Qana'ah dalam hidup.
Qana'ah artinya merasa cukup dengan nikmat diberikan Allah. Sehingga hidup penuh dengan rasa syukur. Qanaah bukan berarti pasif, tapi aktif dalam berikhtiar, fokus dan bersungguh-sungguh dalam beramal, namun untuk hasil sepenuhnya diserahkan kapada Allah
Baca juga: Menghidupkan Zikir di Awal Bulan Zulhijah, Amalan untuk Meraih Keutamaan Bulan Haram
4. Bersiap-siap menghadapi kematian.
Orang yang bertakwa senantiasa ingat mati, sehingga hidupnya menjadi produktif dalam beramal sebagai bekal kepulangannya. Tiada waktu untuk leha-leha dan bermalas-malasan, karena dia tahu bahwa maut pasti akan datang sewaktu-waktu.
Baginya, waktu adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan untuk memperbanyak amal ibadah.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Pergunakan lima perkara sebelum datang lima perkara lagi : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu.” (HR. Baihaqi dari Ibnu Abbas).
Dalam buku Sinaaq Nahwal Jinaan, karya Syaikh Khalid Abu Syadi dijelaskan bahwa takwa harus diraih umat Islam dengan semangat, yakni seperti mengikuti perlombaan.
2. Tadabbur Al-Qur'an.
Tadabbur artinya membaca Al-Quran disertai dengan memahami isinya. Al-Quran berisi pedoman dan petunjuk hidup, maka agar hidup ini selaras dan sesuai dengan kehendak Allah, salah satu caranya adalah dengan mengikuti petunjuk dari Al-Quran.
3. Qana'ah dalam hidup.
Qana'ah artinya merasa cukup dengan nikmat diberikan Allah. Sehingga hidup penuh dengan rasa syukur. Qanaah bukan berarti pasif, tapi aktif dalam berikhtiar, fokus dan bersungguh-sungguh dalam beramal, namun untuk hasil sepenuhnya diserahkan kapada Allah
Baca juga: Menghidupkan Zikir di Awal Bulan Zulhijah, Amalan untuk Meraih Keutamaan Bulan Haram
4. Bersiap-siap menghadapi kematian.
Orang yang bertakwa senantiasa ingat mati, sehingga hidupnya menjadi produktif dalam beramal sebagai bekal kepulangannya. Tiada waktu untuk leha-leha dan bermalas-malasan, karena dia tahu bahwa maut pasti akan datang sewaktu-waktu.
Baginya, waktu adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan untuk memperbanyak amal ibadah.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Pergunakan lima perkara sebelum datang lima perkara lagi : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu.” (HR. Baihaqi dari Ibnu Abbas).
Dalam buku Sinaaq Nahwal Jinaan, karya Syaikh Khalid Abu Syadi dijelaskan bahwa takwa harus diraih umat Islam dengan semangat, yakni seperti mengikuti perlombaan.
Lihat Juga :