Kisah Umar bin Khattab Memulai Pembangunan Pagar Tembok Kakbah

Selasa, 05 Juli 2022 - 16:54 WIB
Kakbah tempo dulu. Pada zaman Nabi SAW, Kakbah tidak dikelilingi pagar tembok. Foto/Ilustrasi: Ist
Pada awalnya tidak ada dinding tembok atau pagar yang mengelilingi Kakbah . Yaqut al Hamawi dalam “Mu’jam al Buldan” menyebut bahwa yang pertama kali membangun dinding yang mengelilingi Kakbah adalah Khalifah Umar bin Khattab ra .

Pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khalifah Abu Bakar pagar tembok seperti yang sekarang belum ada.

Baca juga: Warna-warni Kain Kiswah Kakbah Sepanjang Sejarah

Khalifah Umar bin Khattab mengambil kebijakan tersebut disebabkan banyak rumah-rumah warga sekitar yang terus mendekati Kakbah. “Sesungguhnya Kakbah ini adalah Baitullah, dan setiap rumah harus memiliki halaman, dan bangunan kalian semua telah memasuki halaman Kakbah, bukannya halaman Kakbah yang memasuki rumah kalian,” ujar Umar bin Khattab suatu ketika.

Selanjutnya Khalifah Umar membeli rumah-rumah yang berdekatan dengan Kakbah dan menghancurkannya untuk memperluas halaman Kakbah. Bagi sebagian warga yang menolak rumah dan tanahnya dibeli Umar tetap dihancurkan, dengan tetap menyediakan ganti rugi yang pantas. Lalu beliau membangun dinding tanpa pondasi dan meletakkan lampu di atasnya.

Selanjutnya pada masa Khalifah Utsman bin Affan kebijakan serupa dilanjutkan. Beliau membeli rumah-rumah yang lain dengan harga yang lebih mahal. Bahkan diriwayatkan bahwa beliau yang pertama kali memberinya atap pada saat ada perluasan masjid.

Sedangkan pada masa Khalifah Ibnu Zubair , beliau mendetailkan (memperindah) bangunannya dan tidak memperluasnya, ia memberinya tiang yang berhias batu marmer, dan memperindah pintunya.

Pada masa Bani Umayyah , Khalifah Abdul Malik bin Marwan lalu menambahkan tinggi dinding masjid, dan membawakan pagar dari Mesir lewat laut ke Jeddah dan dari Jeddah segera dibawa ke Mekkah dan menyuruh Hajjaj bin Yusuf untuk memolesnya.

Selanjutnya pada masa al Walid bin Abdul Malik memimpin ia menambahkan perhiasan Kakbah, dan mengubah pancuran dan atapnya.

Pada saat Bani Abbasiyah , Manshur dan anaknya Mahdi naik menjadi khalifah keduanya juga menambah keindahan masjid. Dan di dalam masjid terdapat beberapa situs diniyah, yaitu; maqam (tempat berdiri) Nabi Ibrahim as. Ini adalah batu tempat yang dipakai pijakan oleh Nabi Ibrahim ketika membangun Kakbah.

Baca juga: Kemunculan Dzu as-Suwaiqatain untuk Menghancurkan Kabah Jelang Kiamat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!