Keistimewaan Hari Tasyrik, Harinya untuk Berzikir dan Menyantap Daging

Senin, 11 Juli 2022 - 09:03 WIB
Hari Tasyrik dikenal juga sebagai hari menyantap makanan dan minuman, dan amalan yang dianjurkan adalah terus berzikir. Foto ilustrasi/dok SINDOnews
Setelah melaksanakan shalat Idul Adha, umat Islam mengisi hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (kalender Islam). Pada hari tersebut seluruh jemaah haji di Tanah Suci sedang melaksanakan prosesi lempar jumrah di Mina. Sedangkan pada hari yang sama, umat Islam di negeri lainnya sibuk dengan menyembelih hewan kurban.

Kata tasyrik sendiri berasal dari bahasa Arab “syuruq” yang artinya terbit. Hal ini merujuk pada waktu penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha, yakni ketika matahari telah terbit. Oleh karena itu, hari Tasyrik dikenal juga sebagai hari menyantap makanan dan minuman. Sebagaimana dalil berikut :

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i)

Baca juga: Hari Tasyrik: Waktu Paling Agung Setelah Idul Adha

Selain hari makan dan minum, hari tasyrik juga sering disebut sebagai hari berzikir. Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan segenap muslim untuk memperbanyak zikir dan shalat, baik yang wajib maupun sunah.

Firman Allah Ta'ala:

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِى يَوْمَيْنِ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ


“Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya.” (QS Al-Baqarah : 203)

Ayat ini, menunjukkan adanya perintah berzikir di hari-hari Tasyrik.Mengenai keutamaan hari Idul Adha dan hari Tasyrik (11, 12 ,dan 13 Dzulhijah) disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud , ia berkata :

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!