Misteri Raja Pemilik 2 Tanduk Bernama Dzulqarnain
Selasa, 12 Juli 2022 - 19:52 WIB
Di dalam al-Quran dan hadis Nabi SAW tidak didapatkan siapakah sebenarnya sosok Dzulqarnain itu. Foto/Ilustrasi: Ist
Nama Dzulqarnain tertuang dalam QS Al-Kahfi (18) ayat 83 sampai 98. Serangkaian ayat-ayat kisah Dzulqarnain ini berjumlah 16 ayat. Namun siapa sejatinya tokoh ini tidak disebut dengan jelas. Demikian juga di dalam hadis Rasulullah SAW ataupun atsar sahabat. Tidak didapatkan siapakah sebenarnya sosok Dzulqarnain itu.
Allah SWT berfirman:
Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya”. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Maka diapun menempuh suatu jalan. ( QS. Al-Kahfi (18) : 83-85).
Kata “mereka” yakni orang-orang yang bertanya tentang kisah Dzulqarnain, menurut sebagian ulama dinisbahkan kepada Ahli Kitab. Sementara sebagian lagi menyatakan dinisbahkan kepada kaum musyrik atau orang-orang kafir Mekkah.
Kesepakatan sebagian besar ulama yang menyatakan bahwa ayat-ayat surat al-Kahfi merupakan ayat-ayat Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah. Boleh jadi ini memberi informasi bahwa yang bertanya perihal Dzulqarnain adalah orang-orang kafir Quraisy.
Baca juga: Dzulqarnain: Teladan Bagi Para Pemimpin
Pemilik Dua Tanduk
Terkait dengan kata Dzulqarnain dalam ayat tersebut, maka berbeda-beda pendapat para ulama tentang apa dan siapa yang dimaksudkan dengan Dzulqarnain.
Dzulqarnain secara harfiah berarti pemilik dua tanduk. Ada yang berpendapat bahwa dia digelar demikian karena rambutnya yang panjang disisir dan digulung sedemikian rupa, bagaikan dua tanduk; atau karena dia memakai perisai di kepala yang terbuat dari tembaga yang menyerupai tanduk.
Ada juga yang berkata bahwa dia mencetak uang logam dengan gambar berbentuk dua tanduk yang melambangkan dirinya serupa dengan Dewa Amoun.
Menurut sebagian ulama, Dzulqarnain adalah Alexander The Great dari Macedonia. Ada juga yang berpendapat dia adalah salah seorang penguasa Himyar (Yaman). Hal ini dengan alasan bahwa penguasa-penguasa Yaman menggunakan kata Dzu pada awal namanya seperti Dzu Nuwas dan Dzu Yazin.
Riwayat lain juga menyatakan dia adalah Koresy (539-560 SM) pendiri Imperium Persia. Sementara menurut Thahir Ibn ‘Asyur bahwa dia adalah seorang penguasa dari Cina dengan alasan yang kuat pula.
Baca juga: Pelajaran di Balik Misteri Kisah Dzulqarnain
Allah SWT berfirman:
Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya”. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Maka diapun menempuh suatu jalan. ( QS. Al-Kahfi (18) : 83-85).
Kata “mereka” yakni orang-orang yang bertanya tentang kisah Dzulqarnain, menurut sebagian ulama dinisbahkan kepada Ahli Kitab. Sementara sebagian lagi menyatakan dinisbahkan kepada kaum musyrik atau orang-orang kafir Mekkah.
Kesepakatan sebagian besar ulama yang menyatakan bahwa ayat-ayat surat al-Kahfi merupakan ayat-ayat Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah. Boleh jadi ini memberi informasi bahwa yang bertanya perihal Dzulqarnain adalah orang-orang kafir Quraisy.
Baca juga: Dzulqarnain: Teladan Bagi Para Pemimpin
Pemilik Dua Tanduk
Terkait dengan kata Dzulqarnain dalam ayat tersebut, maka berbeda-beda pendapat para ulama tentang apa dan siapa yang dimaksudkan dengan Dzulqarnain.
Dzulqarnain secara harfiah berarti pemilik dua tanduk. Ada yang berpendapat bahwa dia digelar demikian karena rambutnya yang panjang disisir dan digulung sedemikian rupa, bagaikan dua tanduk; atau karena dia memakai perisai di kepala yang terbuat dari tembaga yang menyerupai tanduk.
Ada juga yang berkata bahwa dia mencetak uang logam dengan gambar berbentuk dua tanduk yang melambangkan dirinya serupa dengan Dewa Amoun.
Menurut sebagian ulama, Dzulqarnain adalah Alexander The Great dari Macedonia. Ada juga yang berpendapat dia adalah salah seorang penguasa Himyar (Yaman). Hal ini dengan alasan bahwa penguasa-penguasa Yaman menggunakan kata Dzu pada awal namanya seperti Dzu Nuwas dan Dzu Yazin.
Riwayat lain juga menyatakan dia adalah Koresy (539-560 SM) pendiri Imperium Persia. Sementara menurut Thahir Ibn ‘Asyur bahwa dia adalah seorang penguasa dari Cina dengan alasan yang kuat pula.
Baca juga: Pelajaran di Balik Misteri Kisah Dzulqarnain
Lihat Juga :