Ikrimah bin Abu Jahal, Pelopor Pasukan Berani Mati dalam Islam
Rabu, 13 Juli 2022 - 22:27 WIB
Kala itu Harits bin Hisyam meminta seteguk air. Namun sebelum meminumnya, ia melihat Ikrimah bin Abi Jahal terbaring lemah tidak jauh darinya. Haris mengatakan kepada orang yang membawa air: "Berikan air itu kepada Ikrimah, karena ia lebih haus daripada aku."
Ketika pembawa air mendekati Ikrimah dan akan meneguknya, Ikrimah melihat Ayasy yang tidak jauh darinya. Ikrimah meminta pembawa air agar memberikannya kepada Ayasy terlebih dahulu.
Namun Ayasy menolaknya sembari berkata: "Aku tidak akan meminum air itu sampai saudaraku yang meminta pertama kali meminumnya."
Akhirnya pembawa air kembali ke tempat Harits bin Hisyam. Namun sayang, ia mendapati Harits telah mengembuskan nafas terakhirnya. Saat mereka menengok Ikrimah, Ikrimah pun telah Syahid. Air pun dibawa ke Ayasy, namun Ayasy juga sudah tak bernyawa lagi. Para sahabat mulia ini telah menunaikan janjinya. Allah mewafatkan mereka di medan perang.
Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahal
Dalam "Kisah Teladan 20 Sahabat Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam karya Hamid Ahmad Ath-Thahir diceritakan bahwa Ikrimah pernah melarikan diri karena takut dengan ancaman Rasulullah SAW. Kala itu Rasulullah mengizinkan untuk membunuhnya bersama sembilan orang lainnya. Mendengar ancaman tersebut, Ikrimah melarikan diri ke Yaman.
Saat itu istrinya bernama Ummu Hakim masuk Islam dan meminta perlindungan dan keamanan kepada Rasulullah SAW untuk Ikrimah, maka Beliau bersabda kepadanya: "Dia aman"
Ketika istrinya menyampaikan kabar itu, Ikrimah pun datang menemui Rasulullah. Beliau menyambut Ikrimah: "Selamat datang, pengendara yang berhijrah."
Nabi berdiri kepadanya, meluaskan kain untuknya, dan menyambutnya dengan sebaik-baik sambutan. Ikrimah berkata: "Aku mendengar bahwa engkau telah menjamin keamananku, wahai Muhammad?" "Ya sungguh engkau aman," jawab Rasululllah.
"Untuk apa kamu menngajakku?" tanya Ikrimah. "Untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, melaksanakan shalat, membayar zakat, menunaikan puasa, dan berhaji di Baitullah," jawab Rasul.
Ikrimah berkata: "Demi Allah, engkau tidak mengajakku, kecuali kepada kebenaran; dan engkau tidak memerintahku, kecuali kepada kebaikan." Ikrimah pun mengulurkan tangannya dan bersaksi "Bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah."
Ikrimah berkata: "Wahai Rasulullah, aku memohon kepadamu untuk mengampuniku atas setiap permusuhanku terhadapmu, setiap jejak langkahku, setiap kesempatan aku bertemu denganmu, dan setiap perktaan yang aku ucapkan di hadapanmu atau tidak di hadapanmu."
Ketika pembawa air mendekati Ikrimah dan akan meneguknya, Ikrimah melihat Ayasy yang tidak jauh darinya. Ikrimah meminta pembawa air agar memberikannya kepada Ayasy terlebih dahulu.
Namun Ayasy menolaknya sembari berkata: "Aku tidak akan meminum air itu sampai saudaraku yang meminta pertama kali meminumnya."
Akhirnya pembawa air kembali ke tempat Harits bin Hisyam. Namun sayang, ia mendapati Harits telah mengembuskan nafas terakhirnya. Saat mereka menengok Ikrimah, Ikrimah pun telah Syahid. Air pun dibawa ke Ayasy, namun Ayasy juga sudah tak bernyawa lagi. Para sahabat mulia ini telah menunaikan janjinya. Allah mewafatkan mereka di medan perang.
Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahal
Dalam "Kisah Teladan 20 Sahabat Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam karya Hamid Ahmad Ath-Thahir diceritakan bahwa Ikrimah pernah melarikan diri karena takut dengan ancaman Rasulullah SAW. Kala itu Rasulullah mengizinkan untuk membunuhnya bersama sembilan orang lainnya. Mendengar ancaman tersebut, Ikrimah melarikan diri ke Yaman.
Saat itu istrinya bernama Ummu Hakim masuk Islam dan meminta perlindungan dan keamanan kepada Rasulullah SAW untuk Ikrimah, maka Beliau bersabda kepadanya: "Dia aman"
Ketika istrinya menyampaikan kabar itu, Ikrimah pun datang menemui Rasulullah. Beliau menyambut Ikrimah: "Selamat datang, pengendara yang berhijrah."
Nabi berdiri kepadanya, meluaskan kain untuknya, dan menyambutnya dengan sebaik-baik sambutan. Ikrimah berkata: "Aku mendengar bahwa engkau telah menjamin keamananku, wahai Muhammad?" "Ya sungguh engkau aman," jawab Rasululllah.
"Untuk apa kamu menngajakku?" tanya Ikrimah. "Untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, melaksanakan shalat, membayar zakat, menunaikan puasa, dan berhaji di Baitullah," jawab Rasul.
Ikrimah berkata: "Demi Allah, engkau tidak mengajakku, kecuali kepada kebenaran; dan engkau tidak memerintahku, kecuali kepada kebaikan." Ikrimah pun mengulurkan tangannya dan bersaksi "Bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah."
Ikrimah berkata: "Wahai Rasulullah, aku memohon kepadamu untuk mengampuniku atas setiap permusuhanku terhadapmu, setiap jejak langkahku, setiap kesempatan aku bertemu denganmu, dan setiap perktaan yang aku ucapkan di hadapanmu atau tidak di hadapanmu."
Lihat Juga :