Al-Qur'an Gambarkan 4 Kepribadian Luhur Ratu Balqis
Jum'at, 15 Juli 2022 - 14:30 WIB
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip."
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: 'Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.'" ( QS an-Naml : 34-40)
Keempat, Ratu Balqis sepat tanggap terhadap kebenaran. Hal ini termaktub dalam surat an-Naml ayat 41-44. Allah SWT berfirman:
Artinya: Dia berkata: "Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)."
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?"
Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri."
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.
Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana."
Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya.
Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca."
Berkatalah Balqis: "Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah Tuhan semesta alam." ( QS an-Naml : 41-44)
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: 'Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.'" ( QS an-Naml : 34-40)
Keempat, Ratu Balqis sepat tanggap terhadap kebenaran. Hal ini termaktub dalam surat an-Naml ayat 41-44. Allah SWT berfirman:
Artinya: Dia berkata: "Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)."
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?"
Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri."
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.
Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana."
Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya.
Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca."
Berkatalah Balqis: "Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah Tuhan semesta alam." ( QS an-Naml : 41-44)
(mhy)
Lihat Juga :